BUMIAKTUAL-SITUBONDO. Sebanyak 3.849 Kepala Keluarga (KK) dari kalangan ekonomi lemah mendapat bantuan pemasangan listrik gratis. Penyerahan simbolis dilakukan Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi, Senin pagi (06/01/2020).
Para penerima tersebar di empat Kecamatan. Yaitu, Kecamatan Kapongan 878 KK, Mlandingan 722 KK, Besuki 600 KK, dan Jatibanteng 350 KK. Kegiatan ini sebagai rangkaian berkelanjutan dalam mensukseskan target seratus persen pemasangan sambungan listrik kepada warga Situbondo pada tahun 2021. Program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten ini memiliki tagline: one man one hope.
Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi menjelaskan dengan pemasangan listrik gratis diharapkan akan kian mengikis angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo. Sehingga semakin tahun semakin menurun. “Di saat listrik ini masuk (terpasang), mungkin yang lain-lain akan gampang teratasi, termasuk dalam usaha-usaha ekonomi,” ujar Wabup.
Kata mantan kepala Dinas PU tersebut, saat ini masih ada sejumlah dusun di Kabupaten Situbondo yang belum teraliri listrik. “Di Dusun Kandang ada akses yang sudah terbangun tapi belum tersambung listrik. Saya sudah berkordinasi dengan PLN dan akan sesegera dilihat di lapangan sehingga bisa tersambung dengan baik,” ujar Wakil Bupati Situbondo.
Diungkapkan, setidaknya ada 19 ribu warga yang belum teraliri listrik. Makanya, di tahun 2019 PLN bersama Pemkab Situbondo melakukan pemasangan listrik gratis untuk 3.849 warga tidak mampu. Sehingga, akan terus mengurangi angka 19 ribu tersebut. Banyak warga yang belum teraliri listrik karena akses yang sudah dan faktor ekonomi yang lemah.
Manager PT PLN (Persero) UP 3 Situbondo, M Abdul Basid mengatakan, program penyambungan listrik gratis sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Untuk biaya pemasangan dari gaji karyawan PLN,” katanya.
Sri Astutik salah satu penerima bantuan pemasangan listrik gratis, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah. Sebab, selama 20 tahun dirinya kesulitan untuk memasang sambungan listrik baru. Biaya yang menjadi kendala utama. “Alhamdulillah sekarang sudah ada,” ujar sri astutik. (dra/usi)
