BUMIAKTUAL – SITUBONDO, Serangga misterius masih menghantui rumah milik Pandi warga Jatibanteng sejak sepekan lalu. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Situbondo mencoba melakukan inovasi membasmi serangga tersebut dengan digunakan sebagai dekomposer kotoran ternak warga.
Sebelumnya, warga mencoba membasmi serangga berwarna hitam tersebut dengan menggunakan pestisida. Namun, hasilnya tak sesuai harapan. Gerombolan serangga tersebut tetap saja datang dalam jumlah yang sangat banyak.
Kepala Disnakkeswan, drh M Hasanuddin Riwansia, langsung turun meninjau lokasi. Dia berusaha mencari faktor penyebab kedatangan serangga. Beberapa sudut rumah dan lahan persawahan di sekelilingnya pun menjadi pusat pengamatan dokter hewan ini. Namun tetap tidak menemukan faktor atau pusat asal serangga.
Kadisnak juga berusaha mencari inovasi untuk mengembalikan hewan itu ke habitatnya. “Kami mencoba untuk mengambil sampel dan kita uji untuk menjadi dekomposer. Sebab, secara literatur serangga ini berfungsi sebagai dekomposer,” paparnya.
Setelah dilakukan pengujian dalam kotoran sapi, hasilnya ternyata cukup cocok untuk dijadikan sebagai habitat. Sehingga, di balik keresahan warga ternyata ada hikmah yang bisa dimanfaatkan,” ujar drh M Hasanuddin Riwansia kepada bumiaktual.com, Jumat (17/01/2020).
Dijelaskan, hewan yang masih belum diketahui jenisnya itu, diyakini akan mampu mengubah limbah ternak menjadi kompos. Jika dikelola dengan baik, kompos bisa menjadi pupuk organik sebagai penyedia unsur hara tanaman. “Serangga ini kerap dijumpai. Tidak ada yang istimewa. Namun, yang cukup meresahkan karena dijumpai di satu rumah sampai penghuninya mengungsi,” paparnya.
Kadisnak juga menambahkan pada warga, agar tidak lagi menyemprot menggunakan pestisida. Warga diminta untuk mengumpulkan dan membersihkan sarangga tersebut tiap hari. Kemudian dibuang ke limbah kotoran sapi yang mulai mengering. Sehingga berfungsi sebagai dekomposer.
“Kami masih melakukan uji lab, namun jika terbukti efektif, uji serangga sebagai dekomposer,nNantinya akan digunakan untuk memproduksi pupuk organik dari kotoran sapi melalui serangga,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, segerombolan hewan jenis serangga menyerang sebuah rumah milik sepasang suami istri, Pandi dan Astuti. Sudah beberapa hari terakhir mereka mengungsi karena merasa terganggu. Hewan itu menyebabkan mata perih, gatal-gatal pada kulit, serta mengeluarkan bau tidak sedap. (dra/usi)
