“Kalau Stasiun Panarukan Aktif Lagi, Saya Ingin Tetap Berjualan”

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Pemerintah akan kembali membuka jalur Kereta Api (KA) Panarukan, Situbondo ke Kabupaten Jember. Masyarakat sekitar yang menggantungkan nasibnya di wilayah stasiun Panarukan memiliki harapan banyak. Mereka ingin pemerintah setempat dapat memfasilitasi rakyat kecil. Tujuannya untuk mengangkat perekonomian mereka.

Yanto, warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, mengaku telah menempati eks stasiun panarukan sejak 2018 silam. Pria dua anak ini beralasan ingin merawat bangunan stasiun yang dirasa sudah mulai kumuh. ”Ini dulu saya pertama kali menempati sangat kotor dan kumuh. Makanya, saya bersihkan dan saya tempati bersama istri saya. Bahkan dibuka jualan makanan ringan,” ujarnya, kepada bumiaktual.com, Senin (10/02/2020).

Pria umur 51 tahun tersebut sudah mendengar kabar bahwa stasiun KA Panarukan akan kembali beroprasi. Makanya, dirinya siap pergi ketika bangunan stasiun akan diminta oleh pemerintah. “Ya kalau sudah diminta saya akan pergi, tapi saya berharap jika pembangunan sudah selesai saya bisa berjualan lagi,” sambungnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi menjelaskan bahwa Pemkab Situbondo akan memfasilitasi masyarakat yang terdampak rencana pembangunan jalur KA Panarukan. Meskipun, kewenangan untuk menertibkan bangunan yang ada di sepanjang jalur kereta api adalah hak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Untuk mensukseskan rencana pemerintah pusat tersebut, Wabup berharap warga Situbondo secara sadar mau mengembalikan tanahnya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT KAI. “Namun kita akan menfasilitasi masyarakat agar tidak dirugikan oleh pihak KAI,” ujar Yoyok.

Soal kapan realisasi pembangunan jalur KA tersebut, Yoyok mengaku belum tahu. Namun yang pasti, Peraturan Presiden (Perpres) pembangunan jalur Kereta Api jurusan Panarukan Situbondo sudah ditandatangani oleh Presiden RI, Joko Widodo. “Dalam Perpres yang sudah ditandatangani tertulis pembangunan jalan kereta yang dibiayai BUMN sebesar Rp. 500 miliar,” katanya.

Selain stasiun KA Panarukan, ada juga pembangunan di Kota Santri yang sudah ditandatangi oleh Presiden Jokowi. Yaitu, eksit jalan tol dengan anggaran sebesar Rp 40 miliar, perluasan Pelabuhan Jangkar sebesar Rp 400 miliar serta Pengembangan Pariwisata Kampung Kerapu sebesar Rp 50 miliar. Itu semua didanai APBN.

Wabup menerangkan, pembangunan nasional tersebut menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat Situbondo dalam pemerintahan sekarang. “Kita optimis Situbondo akan terus berkembang pesat karena Kota Santri sudah mulai dilirik oleh pemerintah pusat,” sambungnya. (dra/usy)