Masker Langka di Situbondo, Harga Naik 10 Kali Lipat

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Wabah Virus Covid-19 (corona) belum berakhir di Wuhan China. Imbasnya terbawa ke Kabupaten Situbondo. Terbukti, persediaan masker di sejumlah apotek di Kota Situbondo mulai langka sejak beberapa minggu terakhir.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi mengatakan, paska mewabahnya virus corona di Wuhan China, persediaan masker di sejumlah apotek di Kota Santri mulai berkurang. ”Bahkan, saat ini, masker mulai menghilang alias langka di sejumlah apotek. Kalau pun ada harganya sangat melambung tinggi,” kata Plt Kepala Dinkes Situbondo, Jumat (14/02/2020).

Dia menjelaskan, harga masker per boks kecil yang semula hanya Rp 20 ribu, kini sudah mencapai Rp 200 ribu. Kenaikan harga sampai 10 kali kipat dikarenakan stok masker sudah mulai menipis.”Itu pun kalau masih ada, biasanya apotek saat ini hanya menjual masker per biji, kalau per bok uda langkah saat ini,” bebernya.

Abu Bakar Abdi menegaskan, diakui dalam dua minggu terakhir ini, kebutuhan terhadap masker di Wuhan China dan Hongkong cenderung meningkat. Karena virus Covid-19 yang semakin meraja lela. “Ini masker berasal dari china. Saat ini negeri jiran sedang terkena musibah yang membutuhkan masker, maka otomatis saat ini indonesia kekurangan masker,” tegasnya.

Lebih jauh, Plt Kepala Dinkes Situbondo terus memantau perkembangan virus mematikan tersebut. Hingga data terakhir saat ini, masyarakat Situbondo yang tertular virus Covid-19 tidak ada. “Corona di Situbondo nihil, tetapi kalau penyakit demam berdara dengue (DBD) marak terjadi,” sambungnya.

Sementara itu, Marista, seorang karyawan apotek milik BUMN di Kota Situbondo mengatakan, dalam tiga minggu terakhir ini, persediaan masker di sejumlah apotek di Kota Situbondo mulai berkurang. Bahkan, masker mulai langka di Situbondo. “Sebetulnya, kami sudah memesan masker kepada produsen yang biasa menyuplai masker. Namun, hingga kini pesanan masker belum datang, dengan alasan yang tidak jelas dari produsen,” katanya. (dra/usy)