BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Empat mahasiswa asal Situbondo yang berkuliah di China telah tiba di kampung halaman. Mereka sudah dinyatakan sehat setelah melewati masa karantina selama 14 hari di Natuna. Meski demikian, keberadaan para mahasiswa itu masih akan terus dipantau oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo selama 30 hari ke depan.
Langkah yang diambil Dinas Kesehatan ini merupakan intruksi langsung dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Plt. Kepala Dinkes Situbondo, Abu Bakar Abdi mengaku akan terus memantau perkembangan mahasiswa asal Negeri Jiran tersebut terhitung sejak 15 Februari 2020. “Padahal sebenarnya tidak dipantau pun tidak apa-apa, karena mereka sudah mengantongi surat sertifikat dari kesehatan dari Kemenkes RI,” kata Abu Bakar Abdi kepada bumiaktual.com, Senin (17/02/2020).
Dia memastikan, bahwa keempat mahasiswa itu dalam kondisi sehat dan terbebas dari Virus Corona. Sebab, mereka sudah menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan standar World Health Organisation (WHO). “Petugas Puskesmas setempat siap sedia 24 jam. Jadi kalau ada keluhan, langsung hubungi petugas kesehatan terdekat,” Kata pria yang akrab disapa Abu tersebut.
Diketahui, Keempat mahasiswa yang sudah sampai di Situbondo tersebut adalah, Makki Fayyumi warga Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, serta Fajriyatul Ariyanun Chosiah warga Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan dan saudara kembar Hewson Alian Pramata, Hewson Alian Junior warga Desa/Kecamatan Besuki.
Lebih jauh, Abu menjelaskan masyarakat tidak harus resah dengan kedatangan keempat mahasiswa tersebut. Jangan sampai timbul stigma untuk menjauhi mereka karena berfikir kerentanan virus Corona. “Situbondo tidak ada virus Corona, tapi kalau Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak,” pungkasnya. (dra/usy)
