Dinas Perdagangan Janji Operasi Pasar Terkait Harga Gula Pasir Tembus Rp 16 Ribu/Kg

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Dalam dua pekan terakhir, harga gula di beberapa daerah mengalami kenaikan. Saat ini harga gula di pasar tradisional Kabupaten Situbondo telah tembus Rp 16 ribu perkilogram. Ini sudah ada penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 16.500 perkilogram.

Pemilik toko sembako di Pasar Senggol, Adirjoe, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Yeni mengatakan, kenaikan harga gula pasir telah terjadi sejak bulan Februari. Awalnya naiknya jadi Rp 14 ribu, sampai tertinggi Rp 16.500. “Tetapi sekarang sudah turun Rp 500,” ujar wanita berjilbab itu, Selasa (10/03/2020).

Yeni mengaku tidak tahu tentang penyebab kenaikan harga salah satu jenis sembako tersebut. Dia hanya menjual gula sesuai dengan harga dari distributor. Dalam setiap kilogramnya, Yeni hanya mendapatkan hasil seribu rupiah. “Tidak tahu kenapa bisa naik. Tapi pasokan di distributor masih ada. Saya membeli gula sepuluh kilogram. Harganya Rp 155 ribu,” ujar Yeni.

Meskipun gula adalah kebutuhan pokok untuk pemanis masakan. Dirinya enggan untuk menimbun gula dalam jumlah banyak. Selain harga yang melambung tinggi, kini pelanggannya pun mengurangi jumlah belanja setiap harinya. “Biasanya pelanggan saya penjual es cincau itu, membeli gula empat kilo perhari, kini hanya beli tiga kilo,” pungkas Yeni.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Situbondo, Yogik Kripsiansyah, mengatakan, Kota Santri memang memiliki empat pabrik gula. Tapi, hal itu tidak mempengaruhi harga di pasaran. “Kenaikan harga gula berkaitan dengan produksi di Indonesia semakin menurun. Harga melambung tidak hanya di Situbondo, tapi secara nasional,” ujarnya.

Dia berkata, pihaknya bersama Sub Bulog Divre Bondowoso yang juga membawahi Situbondo, akan melaksanakan operasi pasar. Tujuannya untuk menekan harga gula di daerah. “Operasi pasar murah sering kita lakukan, dalam beberapa waktu dekat ini, kita akan adakan kembali,” katanya. (dra/usy)