Seharian Menunggu, Tak Ada Penumpang Seorang pun di Tengah Pandemi Covid19

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Di tengah pandemi Covid 19, pemerintah mengatur agar masyarakat tidak keluar rumah.  Ini tentu berdampak langsung kepada masyarakat yang mengandalkan penghasilan harian. Misalnya tukang becak di Kota Santri. Tidak sedikit diantara mereka yang harus pulang ke rumah tanpa membawa uang sepeser pun.

Salim (52) warga Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Situbondo mengaku, saat ini susah untuk mendapatkan penumpang. Bahkan, dia sering tidak mendapatkan uang. Karena tidak ada penumpang yang menggunakan jasa antarnya. “Sering sepi, ya mau gimana lagi, orang sekarang takut mau keluar rumah karena Korona,” ujarnya kepada bumiaktual.com, Sabtu (10/04/2020).

Pria yang telah menjalani profesi tukang becak selama 25 tahun itu pun membandingkan penghasilannya dengan tahun sebelumnya. Dalam keadaan normal, Salim bisa mendapatkan uang Rp 30 – 40 ribu perhari. “Uang itu lumayan bisa buat kebutuhan sehari-hari. Kalau ditanya kurang ya jelas kurang,” katanya.

Usianya yang makin tua, membuat Salim tak setangguh dulu. Dia tak lagi memiliki tenaga yang kuat. Untuk mengatasi masalah tersebut, dia mengubah becaknya yang semula menggunakan tenaga manusia, menjadi mesin berbahan bakar bensin. “Setiap hari saya menyisihkan uang Rp 10 ribu rupiah untuk uang bensin,” ucapnya.

Dia mengakui, profesi tukang becak terus tergerus oleh waktu. Lambat laun namun pasti, tersingkir oleh moda transportasi berbasis online. “Anak muda sekarang sudah pintar semua pegang HP, bisa minta jemput. Saya orang kecil tak punya HP canggih seperti itu,” ujar ayah tiga anak itu.

Salim mengaku selama wabah virus ini, dia baru mendapatkan bantuan sembako dari Mapolres Situbondo, beberapa hari lalu. Menurut dia, bantuan seperti itu sangat membantu dirinya dan keluarga di tengah sepinya penumpang. “Alhamdulillah, bisa buat makan bersama keluarga selama beberapa hari ke depan,” pungkasnya.

Pemberian sembako oleh Forkopimda, memang sengaja diperuntukkan untuk tukang becak yang berada di Kota Santri. Tak hanya sembako, Bupati Situbondo, Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim 0823 juga memberikan edukasi memakai masker. Sebab, saat ini sudah ada anjuran dari pemerintah tentang penggunaan masker di luar rumah. “Kita juga berikan masker gratis kepada mereka,” ujar Wabub Yoyok.

Orang nomor dua itu pun menjelaskan, pembagian sembako ini sengaja di peruntukkan bagi tukang becak. Dalam minggu ini akan ada seratus paket sembako yang akan dibagikan secara gratis. “Ini merupakan tindakan nyata untuk mengurangi beban tukang becak,” pungkasnya. (dra/suy)