Masuk Pasar Satthoan Situbondo Wajib Pakai Masker

BUMIAKTUAL,SITUBONDO –Pemkab Situbondo masih membuka aktifitas pasar hewan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Dalam kunjungan Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi Sabtu (11/04/2020), membagikan ribuan masker. Sebab, sebelum masuk ke dalam area pasar,  masyarakat diwajibkan menggunakan masker.

Pedagang dan pembeli  di area lokasi pasar langsung berebut alat penutup hidung dan mulut itu. Dalam waktu kurang dari 20 menit, ribuan masker yang dibagikan secara cuma-cuma itu ludes.

Wabub Yoyok menjelasakan, pemerintah tidak segan-segan menutup aktifitas pasar hewan. Ini jika para pedagang dan pembeli tidak mengikuti peraturan pemerintah. “Pasar ini tidak akan di tutup selagi masyarakat memakai masker, dan selalu hidup sehat,” ujar orang nomor dua di lingkungan pemkab Situbondo itu.

Kata Wabup Yoyok, dengan menggunakan masker, masyarakat akan lebih aman. Namun, penggunaannya tentu harus benar, disertai pola hidup sehat. Sesekali Wabub Yoyok membantu memakaikan masker kepada pengunjung di pasar hewan yang hanya beroprasi setiap hari sabtu itu. “Saya juga mengajarkan kepada masyarakat agar selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” imbuhnya.

Bahkan, Wabup Yoyok juga memeriksa satu persatu suhu tubuh para pedagang sapi di pasar hewan dengan menggunakan alat pengukur suhu badan. Dia tidak ingin ada warganya yang terkena Virus Korona. “Butuh peran pemerintah dan masyarakat agar menghentikan penularan virus ini,” sambungnya.

Wabup Yoyok menegaskan, dengan mewabahnya Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia, kebutuhan masker makin meningkat. Sementara masker makin menghilang di pasaran. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan masker di Situbondo, dibuatlah masker kain. “Tidak apa-apa, sebab itu lebih baik dari pada tidak menggunakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Juharianto, salah satu pedagang sapi menjelaskan, dirinya dan pedagang sapi sangat berharap agar pemerintah Situbondo membuka aktifitas pasar hewan ini. Sebab, sudah ada dua pasar hewan di Situbondo yang di tutup karena Virus Korona. “Kalau ini ditutup juga saya dan rekan-rekan yang lain tidak bisa menjual sapi. Bisa tidak makan kami,” ujarnya.

Menurut dia, Pasar Kammisan di Kecamatan Asembagus dan pasar Senninan di Kecamatan Besuki sudah menjadi contoh nyata tentang penutupan. Dia sangat setuju ketika setiap orang yang hendak masuk ke dalam area pasar harus menggunakan masker. “Kita siap pakai masker. Asal pasar tidak di tutup,” pungkasnya. (dra/usy)