Anggaran Dipangkas, Pemkab Gagal Beli Mobil Baru

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Pemkab Situbondo memotong seluruh anggaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Masing masing hampir separo. 49 persen. Pemangkasan ini dilakukan pada beberapa program yang tidak menjadi prioritas. Seperti pembelian tanah dan mobil. Nantinya, hasil pemangkasan akan dipergunakan untuk penanganan Covid 19 di Kota Santri.

Syaifullah, Ketua Satgas Covid 19 Kabupaten Situbondo menjelasakan, hasil pemotongan dana anggaran di tahun 2020 itu, selanjutnya akan digunakan untuk pencegahan dan penanganan virus mematikan tersebut. “Besaran potongan persentasenya sama di setiap SKPD,” kata pria yang juga menjabat Sekertaris Daerah itu, Kamis (16/04/2020).

Pemotongan dilakukan dari beberapa kegiatan yang dinilai sangat memungkinkan untuk dikurangi. Karena bukan program prioritas. Misalnya, belanja perjalanan dinas, belanja habis pakai, belanja pihak ketiga seperti EO. Bahkan, Pemkab harus menunda pengadaan tanah dan pembelian mobil. “Ada pengadaan mobil, ya ditunda dulu. Seperti BPBD, tahun ini beli mobil truk tanki, tapi di tunda oleh Bupati,” imbuhnya.

Dengan pemangkasan anggaran, terkumpul dana sebanyak Rp 26 miliar yang akan dikelola satgas untuk kepentingan penanganan wabah korona.

Sementara itu, H Fahrudi Apriawan Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, meminta agar pemerintah daerah tidak melupakan masyarakat menengah ke bawah. Sebab, banyak dari mereka yang sudah kehilangan pekerjaan sejak pandemi Covid 19. “Banyak laporan ke saya, masyarakat sudah tidak bisa mendapatkan penghasilan setiap harinya. Itu harus ada tindakan nyata dari pemerintah,” kata politikus PPP itu.

Fahrudi mendesak agar pemerintah dalam waktu dekat untuk melakukan tindakan nyata. Seperti melakukan pembagian sembako, atau bantuan langsung tunai (BLT). “Agar cepat segera dilaksanakan. Karena masyarakat sudah merasakan dampak ini sejak beberapa pekan lalu,” pungkasnya.

Hingga data pertanggal 16 April, sudah ada sebelas pasein asal Situbondo terkonfirmasi Covid 19. Dengan rincian enam di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan dua orang dilakukan rawat inap, kemudian tiga orang melakukan isolasi mandiri. Untuk Orang Dalam Pemantauan ada 264 dan 22 Pasein Dalam Pengawasan. (dra/usy)