Dampak Covid 19, Kekerasan Anak dan Perempuan di Situbondo Meningkat

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Selama pandemi Covid 19, kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Situbondo meningkat signifikan. Dari Bulan Februari – April  sudah ada 16 kasus yang melaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Situbondo.

Kepala DPPPA Situbondo, Imam Hidayat menjelaskan, selama tiga bulan terakhir ada 16 laporan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Rinciannya, sebelas kasus terjadi pada anak-anak dan lima kasus terjadi pada perempuan. “Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2019 lalu, hanya berkisar lima kasus. Sekarang tiga kali lipat,” kata pria yang akrab disapa Imam, Senin (04/05/2020).

Kata dia, peningkatan kekerasan seksual terjadi akibat dampak Covid 19. Korban didominasi oleh anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Pelakunya dari orang terdekat di lingkungan korban itu sendiri. “Saat ini sekolah libur, jadi anak kebanyakan berinteraksi dengan orang terdekat. Sebagian besar kasus ini pelakunya orang terdekat sendiri. Seperti kakak ipar, kakak sepupu, dan lain-lain,” terangnya.

Imam menambahkan, peran orang tua juga sangat dibutuhkan. Sebab, saat ini sudah banyak anak-anak yang menggunakan gadget sebagai gaya hidup keseharian. Jika anak terlalu diberi kebebasan, maka ada kecenderungan untuk berperilaku tidak baik. “Kebanyakan anak-anak sekarang sudah memiliki gadget yang terhubung ke internet dan media sosial. Otomatis perilaku anak ada di dalam genggaman itu,” sambungnya.

Untuk melindungi mental korban dari gangguan psikologi. Dalam waktu dekat DPPPA Situbondo akan membuka layanan konter psikologi terdampak Covid 19. “Psikolog di Situbondo tidak ada. Tapi saya telepon Kabupaten tetangga ada dan berkenan untuk membantu Situbondo. Tentu dengan standart protokol kesehatan,” pungkas Imam. (dra/usy)