BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Para pedagang di wisata pasir putih (pasput) sangat terpukul. Sebab, tempat usaha mereka tutup akibat pandemi Covid-19.
Ketua paguyuban pedagang Pasput, Suriya menjelaskan, para pelaku usaha di wisata Pasput mengalami lesu. Sebab, mereka sudah tidak mempunyai penghasilan. “Sampai saat ini masih belum ada sentuhan dari pemerintah atau perusda,” katanya, Selasa (19/05/2020).
Dia menjelaskan, selama bulan Mei seluruh karyawan dan pedagang dirumahkan. Sebab ikon wisata bahari tutup. “Yang mendapat bantuan hanya beberapa paguyuban perahu,” terangnya.
Suriya menambahkan, untuk membuka usaha mandiri dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Termasuk lokasi usaha. “Jangankan modal usaha, untuk dimakan sehari hari saja susah,” bebernya.
Dirinya berharap agar ada bantuan yang turun kepada pedagang di wisata Pasput. Menurut Suriya, jika tidak ada bantuan dari pemerintah, kondisi ekonomi mereka akan semakin sulit. “Saya sampai saat ini masih menunggu bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo, Tutik Margiyanti mengatakan, seluruh pelaku usaha sudah telah tercatat di data. Tapi, hingga sampai saat ini masih dalam proses pengajuan. “Nanti disampaikan ke pemerintah kabupaten, provinsi, hingga ke Kementerian Pariwisata,” katanya.
Tutik mengatakan, saat ini masih dalam tahap penyesuaian data. Di tahap itu akan ditentukan bentuk bantuan yang diterima. “Ada beberapa kategori bantuan. Tapi yang jelas semua dapat,” pungkasnya. (dra/usy)
