Tak Kunjung Cair, Bantuan Sosial Tunai dari APBD Terkendala Data Penerima

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Penerimaan bantuan uang tunai dari APBD Kabupaten Situbondo yang dijadwalkan bulan Mei hingga kini masih belum bisa dipastikan. Sebab, data para penerima masih dalam perbaikan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi menjelaskan, saat ini masih berlangsung tahapan perbaikan data. Pemerintah daerah mengembalikan data ke pemerintah desa untuk diperbaiki. Tujuannya, agar penerima data bantuan benar-benar tepat sasaran. “Pemerintah desa bisa melakukan perbaikan melalui forum musyawarah desa (musdes),” kata pria yang akrab disapa Abu, Senin (22/06/2020).

Kata dia, setelah musdes, data tersebut diterima Dinsos. Kalau dianggap sudah valid, uang sebesar Rp 200 ribu selama tiga bulan akan dilakukan proses penyaluran kepada masyarakat. “Kami beri kewenangan sepenuhnya kepada desa. Karena desa yang tahu persis kondisi warganya,” katanya.

Abu menambahkan, masyarakat harus bersabar. Sebab, uang yang bersumber dari APBD tidak bisa dibagikan dengan sembarangan. Syarat penerima adalah masyarakat yang dengan kategori rentan miskin, miskin, sangat miskin dan belum pernah menerima bantuan apapun. “Penerima tidak boleh double dari bantuan Kementerian, dan Provinsi,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai juru bicara GTTP Covid 19 Kabupaten Situbondo.

Sementara itu, salah satu perangkat desa di Kecamatan Bungatan yang enggan disebutkan namanya mengaku, penerima BST kebanyakan data dobel. Di desanya, dari 74 penerima, terdapat 37 data dobel. “Karena ada penerima ganda, kami akan melakukan musdes secepatnya. Kemudian menyerahkan kembali data tersebut ke Dinsos,” katanya saat ditemui di kantor Dinsos Situbondo.

Pria tersebut juga menjelaskan, di desanya juga masih banyak masyarakat miskin yang belum terdata. Oleh karena itu, dirinya harus benar benar teliti dalam proses input data. “Jika ada yang terlewat satu orang saja, maka akan timbul kecemburuan sosial. Jadi harus teliti,” pungkasnya. (dra/usy)