Petugas Lakukan Rapid Test Dadakan Supir Tebu, Hasilnya …

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid 19 Situbondo melakukan inspeksi mendadak (sidak), Sabtu (04/05/2020). Kali ini yang menjadi sasaran  supir truk tebu. Hasilnya, sebagian besar mereka tidak memiiki surat hasil rapid test.

Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi menjelaskan, dirinya sengaja melakukan sidak di sekitar wilayah Asebagus. Sebab, banyak supir truk yang berasal dari luar kota zona merah. Seperti Malang, Kediri, dan Lumajang. “Padahal perjalanan dalam negeri memerlukan surat sehat dan keterangan sehat non reaktif hasil rapid test,” jelas Kapolres Sugandi.

Karena sebagian supir tak memiliki rapid test, petugas langsung melakukan rapid test dadakan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran covid 19. “Kita lakukan rapid test dan hasilnya non reaktif, “ imbuh AKBP Sugandi.

Sementara itu, Imam, salah satu supir menjelaskan, dirinya dan rekanan lainnya tidak mengetahui hal tersebut. Dirinya telah menunjukkan surat kesehatan dari puskesmas daerahnya  tetap ditolak. “Sudah ada surat kesehatan. Tapi belum pernah di rapid test,” ungkapnya.

Dirinya memang sengaja tidak melakukan rapid test. Sebab, harga sekali rapid test cukup mahal. Mulai dari Rp 300 – 500 ribu. Sehingga dirinya nekat untuk tetap bekerja di Situbondo meskipun tanpa surat hasil rapid tes. “Tapi tadi sudah dilakukan rapid test gratis. Hasilnya non reaktif,” pungkas Imam. (dra/usy)