BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengakui bahwa Situbondo tempat produksi ikan kerapu pertama di Indonesia. Bahkan, dia mengeklaim pertama di dunia.
Hal itu tegaskan oleh Menteri Edhy saat berkunjung ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAl) di Desa Pecaron, Kecamatan Kendit, Kamis (09/07/2020). Dia juga mengapresiasi kinerja tim ahli budidaya yang telah berhasil memproduksi berbagai ikan kelas tinggi. Seperti ikan Kerapu, udang, dan jenis ikan lainnya. “Ikan-ikan yang tadinya liar, sekarang bisa kita perbanyak. Mulai dari kerapu hingga baramundi,” jelasnya di hadapan awak media.
Kata Edhy, saat ini BPBAP sedang menguji budidaya lobster. Nantinya, jika berhasil akan diterapkan di masyarakat. Hal itu otomatis akan mengangkat perkonomian masyarakat sekitar. “Permintaan di dunia sangat besar, asal dijual dengan kondisi hidup,” jelasnya.
Saat di singgung dengankebijakan ekspor benih lobster yang menuai pro kontra. Menteri menegaskan, semua itu dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat. “Kalau ada peraturan yang menyulitkan, atau menghambat bahkan merusak lingkungan, saya siap di evaluasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, peraturan di Indonesia bukan kitab suci. Oleh karena itu, Undang-undang atau peraturan yang sudah diterbitkan, maka juga akan beriringan dengan evaluasi. “Pada saat itu juga, semangat untuk merubah harus ada. Lihat dulu manfaatnya,” pungkas Menteri Edhy Prabowo. (dra/usy)
