BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pedagang yang berjualan di area Car Free Day (CFD) Situbondo, meminta kepada pemerintah untuk membuka kembali aktifitas yang digelar setiap Minggu pagi tersebut. Sementara itu, Pemkab Situbondo masih mikir-mikir untuk memutuskan tetap tutup atau dibuka.
Khair Dianta, salah satu pedagang di area CFD Situbondo, berharap agar aktifitas setiap minggu di sekitar alun-alun Situbondo itu bisa dibuka kembali. Sebab, saat ini sudah waktunya transisi ke new normal. “Kami minta dibuka. Tentu dengan protokol kesehatan,” jelasnya.
Diketahui, beberapa perkumpulan pedagang telah menemui Bupati Situbondo. Tujuannya sama. Meminta untuk dibuka kembali aktifitas CFD di Kota Santri. “Waktu kami menyampaikan aspirasi, bupati menyetujui, tapi diminta menunggu,” ujar Khair.
Sejak ditutup pada Bulan Maret lalu. Ia mengaku roda perekonomian sempat macet. Bahkan, ia mengaku banyak masyarakat yang kehilangan penghasilannya. “Intinya segera dibuka. Kalau seperti ini akan menyusahkan pedagang,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Abdul Kadir Jaelani mengatakan, bupati meminta pedagang CFD membuat permohonan resmi. Itulah yang menjadi bahan pertimbangan pembukaan CFD oleh pemerintah. “Karena bupati perlu mempelajari dulu,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya belum memastikan, kapan CFD dibuka. Sebab, masih akan melalui beberapa proses. Salah satu contohnya, Disperindag perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk instansi vertikal. “Di situ ada polres dan kodim. Kami perlu koordinasi dulu,” pungkas Kadir. (dra/usy)
