BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Musim mangga di Kabupaten telah dimulai sejak dua minggu terakhir. Permintaan dari luar kota bermunculan. Meski keuntungan tak semanis tahun lalu karena pandemi Covid 19, namun pengusaha mangga tetap semangat untuk mengirim buah segarnya.
Ahmad Badri, salah satu penjual mangga yang ada di Situbondo, mengatakan dirinya telah dua kali mengirim buah mangga jenis Manalagi dan Arumanis ke sejumlah kota besar, seperti Surabaya. “Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tentu kalah. Karena saat ini masih pandemi Covid 19, pasar luar kota juga sepi. Tapi tepat bersyukur karena telah mengirim dua truk mangga ke kota besar,” jelasnya saat ditemui wartawan Bumiaktual di jalan Basuki Rahmat, Selasa (29/09/2020).
Kata pria yang berasal dari Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan itu, saat ini harga relatif stabil. Dalam per kilogramnya, mangga mana lagi dihargai Rp 5-6 ribu, sedangkan Arum manis Rp 6-7 ribu. Sesuai ukuran mangga. “Harga masih stabil. Kalau sudah musim ya jelas otomatis turun harganya,” beber Badri.
Ia juga menjelaskan, meski di setiap kota/kabupaten memiliki mangga masing-masing, tapi pasar kota besar di luar kota tetap mencari mangga khas Situbondo. Sebab, memilik keunikan tersendiri. Selain manis, mangga kota santri juga tahan lama dari busuk. “Kalau mangga Situbondo itu jelas manis, dan tahan lama hingga lima hari sejak matang,” ucapnya.
Pria yang telah menjalani bisni selama belasan tahun ini telah paham betul, bagaimana buah mangga bisa tumbuh subur dan berbuah manis. Salah satunya tekstur tanah di Situbondo yang cocok dengan pohon mangga. “Terutama di daerah kota. Sebab, jika ditanam di daerah pegunungan akan beda rasanya,” tutupnya. (dra/usy)
