BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pembukaan percobaan Car Free Day (CFD) di Situbondo disambut baik para pedagang. Meski demikian, ke depan pasar dadakan tiap minggu pagi itu itu akan dievaluasi kembali. Sebab, petugas melihat pengunjung masih kurang tertib untuk menerapkan protokol kesehatan.
Sulis, salah satu penjual makanan di area CFD di Jalan Irian Jaya mengaku senang. Dagangan berupa aneka kue basah laris manis dibandingkan hari biasanya. “Kalau hari biasa keuntungan menjual Rp 30 ribu. Alhamdulillah, CFD pertama ini bisa Rp 100 ribu,” jelas wanita tiga anak itu, Minggu (25/10/2020).
Kata dia, pembuakaan CFD bisa membuat perekonomian kembali berputar. Sebab, di tengah pandemi seperti ini, kebutuhan sehari-hari wajib dibelinya. “Tidak pernah dapat bantuan. Tapi, ya bagaimana lagi, beras dan lauk pauk tetap harus dibeli agar keluarga bisa makan, walau seadanya,” singkat Sulis.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Situbondo, Abdul Kadir menjelaskan, pembukaan CFD hanya bersifat percobaan. Ke depan, ada tim yang melakukan evaluasi. “Apakah memang benar layak dibuka setiap minggu atau tidak. Kita akan rapatkan terlebih dahulu,” bebernya.
Penempatan CFD di Jalan Irian Jaya untuk menyambut kunjungan Gubernur Jawa Timur. Ada sekitar 200 pedagang berjualan di area itu. Jarak antar penjual telah diatur tiga meter. Tempat cuci tangan telah disediakan di tempat pintu masuk. “Untuk hari pertama, ada petugas yang membagikan masker kepada pengunjung yang tidak memakai masker,” imbuh pria yang akrab disapa Kadir.
Meskipun telah dijaga petugas di setiap pintu masuk CFD. Tapi, temuan di lapangan ada sejumlah pengunjung yang membuka maskernya saat berada di area CFD. “Hasil evaluasi nanti akan kita sampaikan lebih lanjutnya,” tutup Kadir. (dra/usy)
