Lima tahun terakhir, Angka Stunting di Situbondo Terus Merosot

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Angka stunting di Situbondo terus menurun setiap tahunnya. Itu dikatakan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Ahmad Yulianto. Ke depan pemerintah akan terus lebih memantau pertumbuhan anak.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Baik pertumbuhan tubuh dan otak. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Data dari Dinkes Situbondo, angka stunting pada tahun 2016 lalu, mencapai 23 persen dari seluruh anak di Situbondo. Sedangkan hingga Februari 2020, turun menjadi 14,85 persen. “Dengan keberhasilan ini, mari tetap menjaga semangat dan kinerja kita untuk mencegah terjadinya stunting baru dan terus menurunkan angka capaian kita,” jelas Ahmad Yulianto, (29/11/2020).

Dinkes Situbondo akan terus melakukan peningkatan kinerja. Seperti, akan melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas, Petugas Gizi, Surveilans, Bidan, Analis, Dokter, Perawat, dan Petugas Promkes. Tujuannya, agar tidak muncul kasus stunting baru. “Kita bersinergi mengatasi permasalah status gizi ini,” jelas pria yang akrab disapa Yuli itu.

Yuli menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 sepert ini, tentu dapat menyebabkan terjadinya perubahan kondisi sosial dan mempengaruhi status gizi anak. Terlebih, ada pembatasan terhadap akses ekonomi. Itu jelas berpengaruh terhadap akses konsumsi dan pembatasan akses pelayanan kesehatan. (dra/usy)