Stok Pupuk Subsisdi Tersalurkan Petani, Tersisa Sekitar 400 Ton

BUMIAKTUAL, SITUBONDO  – Penyaluran pupuk subsidi di Situbondo mulai disalurkan ke distributor. Dari stok 2 ribu ton, kini sudah tersisa 400 ton yang masih berada di gudang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Situbondo, Sentot Sugiyono menjelaskan, sudah ada tiga distributor yang menyalurkan pupuk subsidi ke kios. Totalnya sekitar 1.600 ton. “Sisa dua distributor yang belum tersalurkan,” jelas pria yang akran disala Sentot itu, Selasa (15/12/2020).

Ia menyebutkan, sejumlah kendala belum tersalurkan pupuk berada di kios. Seperti, pupuk bantuan pemerintah itu masih melimpah di kios. Sehingga distributor tidak bisa mengirim untuk tahapan berikutnya. “Harapan kami, ketika pupuk datang, kelompok tani dan anggotanya telah siap untuk mengambil,” bebernya.

Ia juga menambahkan, petani tidak lagi mengambil pupuk urea saja. Sehingga, jenis pupuk seperti phonska, ZA, SP36, dan jenis lainnya juga terserap oleh petani. “Harus berimbang, dengan rekom kita yang ureanya sedikit ini,” sambung pria berkacamata itu.

Tak hanya itu saja, ada juga penyebab petani tidak mengambil pupuknya di kios. Seperti faktor ketersediaan keuangan petani. Terlebih disaat pandemi Covid 19 seperti saat ini. “Kami berharap pihak Bumdes bisa membantu kepada petani. Seperti diberikan pinjaman. Nanti pembayarannya paska panen,” ucap Sentot.

Data yang diterima Bumiaktual.com, Kabupaten Situbondo memiliki tambahan 5.600 ton pupuk pada akhir tahun. Sedangkan 3.400 ton telah disalurkan kepada petani beberapa bulan lalu. (dra/usy)