BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Tim pemulasaran Covid 19 di Situbondo mengeluh karena tak lagi mendapat insentif sejak bulan November 2020 lalu. Itu dikatakan oleh Jaenur Ridho, Wakil Ketua DPRD Situbondo setelah mendapat aduan, Minggu (17/01/2021).
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, seharusnya tim pemulasaran yang berada di dua rumah sakit rujukan covid 19 diprioritaskan kebutuhannya. Sebab, selama pandemi seperti ini, mereka juga berada di garda terdepan. “Memiliki resiko tinggi,” beber pria yang akrab disapa Janur itu.
Ia juga menambahkan, seharusnya pemerintah atau rumah sakit rujukan memberikan dana talangan terlebih dahulu. Jangan sampai tidak disahkan APBD ini menjadi alasan tidak dicairkan isentif mereka. “Seharusnya ada solusi yang bijak,” bebernya.
Diperoleh informasi, ada dua tim pemulasaran di Situbondo. Yakni di RS Abdoer Rahem Situbondo, dan RS Elisabeth. Mereka ditugaskan khusus untuk memakamkan jenazah pasien yang berstatus positif covid 19.Sekali pemakaman, biasanya mereka mendapatkan isentif Rp 2,5 juta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. Nantinya, uang itu dibagi kepada delapan orang yang tergabung dalam satu tim tersebut.
Sementara itu, Bumiaktual.com masih belum mendapatkan pernyataan dari Kepala pelaksana BPBD Situbondo, Priyo Andoko. Saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak diangkat. (dra/usy)
