BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi tahun 2020 di Situbondo masuk Zona merah. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menekan keadaan tersebut.
Imam Hidayat, Plt Kepala Dinkes Situbondo menjelaskan, AKI tahun lalu mencapai 19 kasus, sedangkan AKB mencapai 139 kasus. Itu yang mengakibatkan Situbondo masuk dalam zona merah. “AKI terbanyak di Kecamatan Panji. Sedangkan AKB terbanyak di Kecamatan Panarukan dan Asembagus,” jelasnya, Jumat (22/01/2021).
Diperoleh data bumiaktual.com, kasus kematian ibu paling banyak terjadi di Rumah Sakit Umum. Sedangkan kasus kematian bayi paling banyak saat berusia 0-6 hari. Yakni, mencapai 95 kasus.
Salah satu faktor penyebabnya, selama tahun 2020, sejumlah bidang kesehatan terfokus kepada kasus covid 19. Oleh karena itu, Dinkes Situbondo bersama Pemprov Jatim ke depan akan bersama-sama menekan angka kematian bayi maupun ibu. “Kita diminta agar melaksanakan langkah-langkah ini dengan cara terukur, karena Situbondo masuk zona merah,” kata Imam.
Ke depan, Dinkes Situbondo akan memperbaiki sistem pelayanan persalinan dan rujukan pasien. Sehingga, jika puskesmas atau bidan menangani ibu melahirkan dan mengalami kritis, agar segera dikoordinasukan dengan rumah sakit.
Tentu, untuk perbaikan sistem itu, membutuhkan kerja sama antar semua lini. Mulai dari bidan, puskesmas, hingga rumah sakit. “Sistem rujukan dari bawah selama ini mengalami kendala. Inilah yang menyebabkan pelayanan persalinan mengalami gangguan,” tutup Imam. (dra/usy)
