Waktu Belajar Tiga Jam di Kelas Masih Kurang, Murid Tetap Lakukan Pembelajaran Daring

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Meski telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah SD dan SMP. Ternyata, waktu maksimal tiga jam masih dirasa kurang. Hingga, sejumlah murid masih tetap menerima pembelajaran daring.

Itu disampaikan, setelah rombongan komisi IV DPRD Situbondo turun ke sejumlah sekolah SD dan SMP di wilayah besuki. Diakuinya, siswa-siswi merasa kurang puas dengan waktu pembelajaran yang dipatok maksimal tiga jam. “Untuk mengisi pelajaran yang kurang maka tetap menggunakan daring,” jelas H Tolak Atin, Sekretaris Komisi IV DPRD Situbondo.

Kata dia, setiap sekolah hanya memiliki waktu maksimal tiga jam PTM. Sebab, itu telah diatur untuk mengantisipasi adanya penularan covid 19. Tak hanya itu, jumlah murid di kelas juga dibatasi. Maksimal 50 persen. “Itu telah menjadi syarat mutlak dalam PTM di tengah pandemi covid 19,” beber H Tolak Atin.

Politikus PKB itu masih tidak menemukan kendala yang berarti dalam monitoring ke sejumlah sekolah di Kecamatan Besuki dan sekitarnya. Sebab, sejumlah lembaga telah mempersiapkan protokol kesehatan jauh jauh hari. “Sudah ada yang menyiapkan delapan bulan sebelumnya,” jelasnya.

Sehingga, saat melakukan verifikasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejumlah sekolah sudah banyak yang lolos. Kemudian mendapat rekomendasi PTM. “Setiap lembaga juga diberi kewenangan. Jika masih khawair boleh tidak melakukan PTM,” sambung H Tolak Atin.

Ia menekankan, sekolah tidak boleh memaksa siswa dan wali murid untuk melakukan PTM. Jika masih ada sejumlah murid yang tidak masuk sekolah, maka pembelajaran masih dilayani dengan sistem daring. “Tapi, antusias wali murid setelah kami turun ke lapangan masih tinggi, dan baik. Mereka semua merindukan belajar di sekolah masing-masing,” tutup H Tolak Atin. (dra/usy)