BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemkab Situbondo menambah anggran mitigasi bencana Rp 10 Miliar. Itu dilakukan karena Situbondo masuk kabupaten di Jawa Timur yang rawan bencana. Seperti salah santunya longsor dan banjir.
Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi menjelaskan, anggaran mitigasi kebencanaan memang menjadi catatan khusus legislatif. Itu terungkap setelah Badan Anggaran (Banggar) melakukan pembahasan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) bupati 2020. “Anggaran mitigasi bencana sangat penting untuk Situbondo,” beber pria yang akrab disapa Edy itu.
Terlebih, Situbondo masuk dalam kabupaten dengan resiko rawan bencana. Itu sesuai dengan rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Seperti bencana longsor, dan banjir. “Sejumlah Kecamatan mempunyai titik longsor dan rawan banjir,” beber politisi PKB itu.
Kata dia, salah satu fungsi anggaran mitigasi bencana ialah, untuk mengurangi resiko akibat bencana. Seperti pembangunan fisik, atau meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). “Anggaran itu melekat pada dana cadangan,” bebernya.
Ketua DPRD Situbondo mengaku, tambahan anggaran Rp 10 Miliar dirasa cukup. Sebab, tambahan itu diperkirakan sudah bisa digunakan untuk mengantisipasi adanya bencana yang tidak diduga kapan akan terjadi. “Totalnya lupa berapa. Yang jelas cukup,” tutup Edy. (dra/usy)
