BUMIAKTUAL – Satpol PP Kabupaten Situbondo memastikan akan terus mengintensifkan pelaksanaan razia lokalisasi, warung remang-remang maupun tempat hiburan malam selama Bulan Ramadan. Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 25 perempuan diamankan dan dipulangkan ke tempat asalnya. Mereka terdiri dari pekerja seks komersial (PSK), mucikari hingga pemandu lagu (LC).
PLH Kasatpol PP Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi menerangkan, perempuan yang diamankan tersebut kebanyakan dari luar daerah. Ada yang dari Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan. “Yang paling banyak dari Malang. Kalau dari Situbondo, hanya satu orang yang kita amankan, dari Tenggir,” terangnya, 08 April 2023.
Kata Sopan, sanksi yang diberikan tidak sampai kepada hukuman badan dan materi. Tapi, cukup diberi peringatan dan dipulangkan. “Fokus kita untuk sementara selama Ramadhan ya di situ. Kita data dan kita wanti-wanti tidak beroperasi selama Ramadhan,” terang Sopan.
Disebutkan, para PSK tersebut rata-rata diamankan dari warung remang-remang, Bandengan, Burnik, dan Lembena. “DI eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) justru tidak ada. Mungkin karena GS tutp, sehingga banyak yang lari kemana-mana,” terang Sopan.
Sopan menegaskan, selama Bulan Ramadhan pihaknya akan memasifkan razia lokalisasi maupun hiburan malam. Ini untuk menciptakan situasi kondusif selama Ramadhan. Sehingga, umat Islam khususnya di Kota Santri bisa lebih tenang dalam melaksanakan ibadah puasa.
“Bagaimana penanganan setelah ramadhan, nanti kita pikirkan bersama lintas sektoral. Yang terpenting saat ini juga menindaklanjuti SE Bupati Situbondo tentang cipta kondisi Ramadhan,” pungkas Sopan. (usy)
