BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Situbondo memiliki sumber daya perikanan yang potensial untuk dikembangkan.
Sebab, panjang garis pantai kurang lebih sekitar 158 kilometer terbentang dari Banyuglugur hingga Banyuputih.
Hal itu yang membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus mengembangkan budidaya rumput laut.
Kepala Dinas Disnakkan Kabupaten Situbondo, Akhmad Djunaidi melalui Kabid Pemberdayaan Nelayan, Roi Hidayat menyebut, aktivitas nelayan tergantung pada cuaca dan musim.
Sebagai upaya untuk mendorong masyarakat pesisir di Situbondo untuk terus mengembangkan budidaya rumput laut.
Disnakkan Kabupaten Situbondo mengadakan pelatihan diversifikasi usaha nelayan melalui budidaya rumput laut.
Kegiatan pelatihan tersebut di tempat dan waktu yang berbeda, yakni di RM Bali 2 pada tanggal 12-15 Juni 2023 dan di Aula KPRI Sumberejo Banyuputih pada tanggal 10-13 Juli 2023.
“Untuk dua kegiatan pelatihan di tempat dan waktu yang berbeda itu menghadirkan sejumlah pemateri dan masing-masing kegiatan itu diikuti oleh 40 orang,” tutur Roi.
Roi mengatakan, untuk kegiatan pelatihan tersebut, Disnakkan Kabupaten Situbondo menggunakan anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) tahun 2023 dari pemerintah pusat melalui Pemkab Situbondo.
“Dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun 2023 yang dialokasikan untuk dua kegiatan pelatihan, itu sebesar Rp 159 juta,” ungkapnya.
Proses penanaman rumput laut dalam kegaiatan pelatihan usaha nelayan melalui budidaya rumput laut.
Mantan Kabid di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo itu mengatakan, dalam kegiatan pelatihan diversikasi usaha nelayan melalui budidaya rumput laut.
Nelayan juga mendapatkan ilmu tentang dasar-dasar budidaya rumput laut.
Praktek rangkaian untuk unit usaha laut dan stimulan berupa bahan praktek, hingga penanaman berupa bahan untuk usaha budidaya rumput laut.
“Semoga masyarakat pesisir dapat mengembangkan ilmu dan kemampuan yang sudah didapat dari pelatihan itu, dengan harapan pendapatan dan taraf hidup masyarakat pesisir dapat meningkat,” pungkasnya. (dra/usy/pro)
