Komunitas Syabab Produksi Jamu untuk Sapi, Ikhtiar Melawan Wabah PMK

BUMIAKTUAL – SITUBONDO, Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di Situbondo semakin meluas, Selasa (7/1/2025).

Data terbaru, tercatat sebanyak 210 laporan kasus PMK, dengan 43 ekor sapi dilaporkan mati.

Situasi ini memicu keresahan para peternak. Untuk membantu mengatasi wabah tersebut, Komunitas Syabab di Kecamatan Arjasa mengambil langkah inovatif dengan memproduksi jamu herbal untuk sapi.

Jamu tersebut dibuat dari bahan-bahan alami, seperti jahe, kunyit, dan jinten hitam.

Pada produksi awal, komunitas berhasil menghasilkan 400 botol yang langsung ludes dibagikan kepada masyarakat.

Proses produksi dilakukan secara bergotong royong oleh anggota komunitas Syabab, dengan dukungan para kiai setempat seperti KH. Alma’i Sufyan dan KH. Ubaidillah Hasan.

Selain itu, sumbangan sukarela dari warga turut membantu kelancaran pembuatan jamu ini.

Korcam Syabab Arjasa, Dwi Arik Budiono, menjelaskan bahwa jamu ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar melawan wabah PMK.

Komunitas Syabab saat membuat jamu herbal sapi untuk melawan wabah PMK

“Sapi yang sakit diberikan jamu dua kali sehari, sedangkan sapi yang sehat cukup sekali sehari. Pembeli hanya diminta membaca sholawat nariyah sebanyak sebelas kali setelah sholat,” ujarnya.

Supardi, seorang peternak sapi yang menerima jamu ini, mengaku senang dengan hasilnya.

“Sapi saya sebelumnya lemas, tapi setelah diberi jamu, kondisinya mulai membaik dan kembali segar. Selain itu, saya juga menjaga kebersihan kandang dan memberikan makanan bernutrisi,” katanya.

Supardi juga mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Syabab atas bantuan yang sangat berarti ini.

Tidak hanya memproduksi jamu, Komunitas Syabab juga mengadakan doa bersama sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar wabah ini segera berlalu.

Langkah ini mendapat tanggapan positif dari peternak yang merasa terbantu baik secara material maupun spiritual.

Dengan adanya inovasi ini, Komunitas Syabab berharap bisa terus membantu masyarakat melawan wabah PMK.

Tingginya permintaan dari peternak membuat mereka berencana meningkatkan produksi jamu herbal ini agar dapat menjangkau lebih banyak peternak di Situbondo. (dra/usy)