BUMIAKTUAL, SITUBONDO – DPRD Situbondo melakukan gotong royong bersih-bersih kawasan sungai di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit. Kegiatan sosial yang dilakukan pada Jumat, 21 Februari 2025 ini menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Unsur TNI – Polri, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) serta masyarakat setempat.
Untuk mempermudah pengerukan material banjir, Dinas PUPR juga menurunkan alat berat dan beberapa tim. Warga Desa Bugeman yang terdampak, termasuk anggota HIPPA TNI, Polri dan DPRD turun langsung mengeruk lumpur dan sampah yang mengendap di dasar sungai. Mereka bekerja dengan penuh semangat demi mengembalikan fungsi sungai sebagai sarana irigasi supaya tidak meluap lagi ke rumah warga.
Suprapto anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PKB dapil V menerangkan, bersih-bersih kawasan sungai sebagai upaya pemulihan dampak banjir yang melanda Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, beberapa waktu lalu. “Kita berharap aliran sungai sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian warga Desa Bugeman semakin lancar dan air tidak meluap ke rumah warga,” uangkapnya.
Suprapto mengaku sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah, HIPPA, dan masyarakat Desa Bugeman dalam menangani dampak banjir. Ini juga menunjukkan kesadaran bersama bahwa sungai merupakan aset penting bagi kehidupan warga, terutama petani. “Jadi harus secepat mungkin untuk dikeruk material banjir yang ada di sungai” imbuhnya.
Sementara itu, anggota DPRD Situbondo dari Fraksi Golkar Rachmad, menjelaskan tujuh bulan sebelumnya, dirinya sempat melihat lokasi tambang yang ada di hulu sungai. “Bisa kita lihat banjir yang kemarin menimpa warga salah satunya akibat tertutupnya avur dengan material tambang,” ungkapnya.
Tambang tersebut, lanjut Rahmad, merupakan tambang SIPB yang menyuplai kebutuhan proyek – proyek strategis nasional seperti jalan tol. Dia berharap ke depan Pemkab dan DPRD lebih responsip lagi terhadap keluhan masyarakat.
Salah satu warga Desa Bugeman berterima kasih terhadap dukungan DPRD, Dinas PUPR,TNI, Polri. Sebab, saat kondisi sungai bersih, warga kini bisa kembali mengandalkan saluran irigasi untuk kelangsungan lahan pertaniannya. “Yang paling penting air tidak meluap lagi ke rumah warga,” imbuhnya.
Dia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sumber daya alam, serta memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana alam. (dra/usy/pri)
