BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menegaskan bahwa tidak ada rencana penerapan sistem full day school seperti yang sempat diberitakan sebelumnya. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio.
Menurut, Mas Rio, kebijakan yang sedang dibahas justru berfokus pada penguatan pendidikan agama melalui Madrasah Diniyah (Madin). Salah satu inisiatifnya adalah penyesuaian jam sekolah agar siswa dapat mengikuti pembelajaran diniyah di sore hari.
Menambahkan pernyataan Bupati, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menjelaskan bahwa Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) telah menggelar rapat bersama Pemkab untuk membahas jam sekolah.
Berdasarkan hasil pembahasan, rencana sekolah lima hari akan diterapkan dengan pola baru. Siswa akan masuk dari Senin hingga Jumat, hanya sampai siang, sehingga pada sore harinya mereka bisa mengikuti Madrasah Diniyah.
“Saat ini, Pemkab masih mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai aspirasi pengurus FKDT. Prosesnya sedang dikaji oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan tidak akan memakan waktu lama karena hanya menambah klausul aturan baru,” terang Ulfiyah.
Mas Rio menegaskan bahwa Pemkab ingin menyeimbangkan pendidikan formal dan agama, bukan memperpanjang jam belajar di sekolah. Bahkan, ia menilai durasi sekolah saat ini sudah cukup panjang.
“Dengan mengurangi waktu belajar di hari Sabtu, kami ingin anak-anak bisa lebih banyak berinteraksi dengan keluarga, belajar agama, dan juga bermain bersama teman-temannya,” jelasnya.
Pemkab berharap kebijakan ini bisa memberikan ruang bagi anak-anak untuk tetap mengembangkan tradisi, bermain permainan tradisional, dan mengaji di langgar atau mushola.
Melalui klarifikasi ini, Pemkab Situbondo ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai arah kebijakan pendidikan yang sedang dirancang. (dra/usy)
