BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Warga di sekitar Dam Siluis, Lingkungan Paraaman Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo mengaku terganggu dengan bau amis sungai yang sangat menyengat. Kejadian ini pun diakui warga terjadi sudah tiga tahun lalu. Diduga, akibat pencemaran salah satu pabrik rumput laut di hulu sungai.
Didi Masturi, salah satu warga sekitar sungai, mengakui bahwa pencemaran air sungai sudah sejak tahun 2017. Meski sudah melakukan protes bersama warga lainnya ke salah satu pabrik rumput laut, Namun hingga kini dirinya masih tetap saja mencium aroma tidak sedap. “Aromanya bau amis seperti darah. Bahkan, airnya berbusa warna putih seperti deterjen,” kata Didi Masturi kepada bumiaktual.com, Jumat (07/02/2020).
Padahal menurutnya, aliran sungai di sekitar Dam Siluis sangat dibutuhkan orang sekitar. Warga sekitar melakukan mandi, cuci piring, bahkan untuk perusahaan tempe melakukan aktifitas di tempat itu. “Kasihan kalau sudah waktu pembuangan limbah. Sungai menjadi bau dan tidak bisa digunakan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Supandi, salah satu pengusaha tempe di wilayah sekitar. Dia mengaku bahwa hampir setiap hari mencuci kedelai 10 kilogram hingga 30 kilogram di aliran sungai. Tetapi, jika saat sungai mulai bau, dirinya harus mengurungkan niatnya dan berganti mencuci menggunakan saluran PDAM.”Jika bau tidak bisa mencuci kedelai di sungai. Kalau dipaksa nanti kedelai ikut bau juga,” kata Supandi.
Menurutnya, pencemaran sungai ini biasa terjadi saat waktu tertentu. Namun, bisa dipastikan dalam seminggu aliran sungai tercemar hingga empat kali bahkan sampai lima kali. “Biasanya aliran sungai bau ini terjadi di pagi hari, atau saat petang,” sambungnya.
Lebih jauh, masyarakat sekitar berharap, lembaga terkait Pemkab Situbondo dapat mengatasi hal tersebut. Sebab, jika pencemaran air sungai terus dibiarkan khawatir akan berdampak timbulnya penyakit. (dra/usy)
