Biaya Rapid Test di Rumah Sakit Rp 250 – 300 Ribu

Klaster Jamaah Umroh dan Kemenag Sudah Aman Korona

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Jumlah warga Situbondo yang terpapar Covid 19 telah banyak yang mengalami kesembuhan. Bahkan, klaster jamaah umroh dan kemenag sudah dinyatakan aman. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTPP) Covid 19 Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi, Senin (18/05/2020).

Kata dia, saat ini tim tracking akan memeriksa riwayat kontak Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Seperti tempat berkunjung, atau orang terdekat PDP. “Mudah mudahan tim Gugus Covid 19 menjaga perbatasan kabupaten dengan baik. Serta di tingkat desa juga,” imbuh pria yang akrab disapa Abu.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo berpesan kepada kepala desa, agar terus bisa memonitor warganya. Bahkan, jika ada masyarakat yang mengarah ke gejala Virus Korona, segera hubungi Dinas Kesehatan. “Jika ada sesak nafas, atau flu berat, hubungi dinas kesehatan atau call center Covid 19,” imbuhnya.

Kata dia, GTPP Covid 19 Kabupaten Situbondo telah melakukan rapid test di tempat keramaian secara gratis. Hasilnya pun menunjukkan lebih dari 200 orang, satu di antaranya menandakan reaktif. “Sebenarnya masyarakat bisa melakukan rapid test di rumah sakit. Tapi harus membayar Rp 250 – 300 ribu,” terangnya.

Abu menjelaskan, tempat untuk melakukan rapid test tersedia di rumah sakit Elisabeth. Di sanalah masyarakat umum bisa memeriksakan sampel darahnya. “Kalau di kita gratis dan tempatnya secara acak di tempat keramaian,” pungkasnya. (dra/usy)