BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Ada 59 desa di Kabupaten Situbondo, yang belum bisa mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD). itu terjadi karena desa-desa tersebut belum melakukan musyawarah desa (musdes) khusus.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Lutfi Joko Prihatin menjelaskan, dari 132 desa, sudah ada 73 desa sudah menyalurkan bantuan tunai. Kata dia, pendataan menjadi alasan utama bagi pemerintah desa, sehingga BLT-DD belum bisa disalurkan. “Pendataan harus sesuai kategori,” kata pria yang akrab disapa Lutfi, Selasa (19/05/2020).
Dia menjelaskan, penerima bantuan tunai yang bersumber dari DD bukan penerima PKH, BPNT, Kartu Prakerja, ataupun Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI. “Dari mundes khusus, penerima harus di luar dari empat bantuan itu,” tegasnya.
Lutfi mendesak 59 desa tersebut segera menggelar musdes khusus. Sehingga, masyarakat miskin bisa segera menerima bantuan langsung tunai senilai Rp 600 ribu yang diberikan setiap bulan, selama tiga bulan berturut-turut. “Total Rp 1,8 juta. Semoga penerima sesuai kriteria,” ujar Lutfi.
Seharusnya, BLT-DD sudah dibagikan sejak bulan April lalu. Lutfi berharap kepada Kepala Desa agar segera melakukan musdes khusus. Karena warga miskin sudah sangat membutuhkan bantuan itu. ” Sudah ada lima desa yang tersebar di Kecamatan Mangaran dan Kecamatan Jatibanteng, yang sudah menyalurkan bantuan langsung tunai kepada warga miskin terdampak COVID-19,” tutupnya. (dra/usy)
