Proyek Pelebaran Jalan Pelabuhan Jangkar Tetap Dikerjakan

BUMIAKTUAL,SITUONDO – Proyek strategis provinsi berupa pelebaran jalan menuju Pelabuhan Jangkar tetap dilaksanakan tahun ini. Yang semula sampai pada Pelabuhan, kini harus tersendat di tengah jalan karena sebagian anggaran telah direfokusing untuk penanganan Covid 19.

Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi mengatakan, bantuan keuangan (BK) Provinsi Jatim itu telah dianggarkan dua kali. Yaitu pada Perubahan Alokasi Anggaran (PAK) tahun 2019 dan tahun 2020. “Tahun sekarang (BK 2020) dapat Rp 20 miliar. Karena kena refokusing, akhirnya batal,” jelasnya, Senin (20/07/2020).

Wabub Yoyok menambahkan, pengerjaan proyek ini bersumber dari BK PAK tahun 2019. Karena uangnya telah di transfer ke kas daerah. “Jadi tidak kena refocusing. Uangnya sudah ada dan tandernya tahun 2020,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pelebaran jalan telah dikerjakan sekitar satu pekan lalu. Nantinya, di sepanjang jalan itu akan dihotmix dan didukung pemasangan box culvert atau saluran air. Sebab, jalan tersebut akan naik kelas menjadi jalan nasional. “Pelabuhan Jangkar akan menjadi pelabuhan penyebarangan barang hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB),” jelas Wabub Yoyok.

Sementara itu, Komisi III melakukan pengecekan di proyek tersebut. Hasilnya ditemukan pengerjaan yang masih dinilai kurang benar. Seperti, pemasangan box culvert masih tak beralasakan pasir. “Seharusnya ada pasir urug atau pasir biasa agar lebih bagus,” kata salah satu anggota Komisi III DPRD Situbondo, Muhlis.

Ia menambahkan, hotmix masih belum dikerjakan. Yang sudah mulai adalah pemasangan box culvert. Dia menjelaskan, pengerjaan hotmix dengan box calfet rentang waktinya tidak terlalu lama. “Kami tidak mau kalau dikerjakan asal-asalan,” pungkas Muhlis. (dra/usy)