Musim Kemarau Tiba, Hutan di Situbondo Rawan Terbakar

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Sudah lebih dari 20 kali kebakaran hutan terjadi di Situbondo di tahun ini. Selain karena faktor musim kemarau, kejadian itu juga diakibatkan oleh perilaku orang tak bertanggung jawab.

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono menjelaskan, kebakaran hutan di Kota Santri naik signifikan sejak musim kemarau pada bulan Juli lalu. Totalnya luas lahan yang terbakar telah mencapai puluhan hektare. “Mulai ada dari lahan ilalang, hutan jati, dan lain-lainnya,” bebernya, Jumat (11/09/2020).

Pria yang akrab disapa Ipong itu menjelaskan, kebakaran di area hutan didominasi oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab. Tapi hingga sampai ini, petugas masih belum bisa membuktikan siapa yang melakukannya. “Mulai dari membuang putung rokok, hingga sengaja dibakar,” jelasnya.

Beruntung, kobaran api di hutan Situbondo, hingga sampai saat ini masih belum memakan korban jiwa. Ipong juga memita kepada oknum, agar tidak membakar lahan kering di area hutan lagi. “Jika menemukan kobaran api di area hutan silahkan hubungi kantor BPBD Situbondo,” sambungnya.

Ia juga menceritakan, proses pemadaman api di hutan dengan alat seadanya. Seperti ranting yang dipukul ke arah kobaran api. “Kita ada ransel berisi air. Tapi jika lokasinya di hutan maka air susah didapatkan,” tutupnya. (dra/usy)