BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemerintah pusat telah menambah pupuk bersubsidi untuk petani Situbondo di Situbondo 5.600 ton. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan dengan pengajuan pemerintah daerah yang mencapai 9.300 ton.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Situbondo, Sentot Sugiyono mengatakan, jumlah pupuk yang diterima oleh daerah tidak sesuai usulan. Ada selisih 3.700 ton dari pengajuan awal. “Tapi bagaimana lagi, yang disetujui cuma segitu,” kata pria yang akrab disapa Sentot itu.
Ia menjelaskan, dengan tambahan pupuk dari pemerintah pusat, diprediksi masih belum tercukupi kebutuhan petani hingga akhir tahun. Terlebih jika musim hujan maju pada akhir tahun 2020. “Kalau musim hujan pada Bulan Desember, maka banyak petani yang membutuhkan pupuk,” tambannya.
Kata Sentot, dirinya akan meminta pupuk tambahan kembali ke pemeritah pusat. Jumlah pupuk tambahannya sebesar 3000 ton. Tujuannya, agar bisa tercukupi hingga musim tanam akhir tahun ini. “Kita akan segera mengirim penambahan pupuk subsidi,” bebernya.
Seharusnya pengajuan pupuk subsidi sudah menggunakan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan kartu tani. Tapi nampaknya di Situbondo belum siap. “Karena kartu tani tidak siap, masih menggunakan sistem permohonan,“ imbuh Sentot.
Alur permohonan berawal dari petani diajukan kepada ketua kelompok dengan mengetahui penyuluh pertanian lapangan (PPL). Kemudian ke kelompok kios dengan mengetahui Kepala DTPHP dan koordinator pertanian kecamatan. “Jadi, distributor menyalurkan berdasarkan permohonan kios,” tutup Sentot. (dra/usy)
