BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Supandi (38) warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah, Sabtu lalu (5/10). Pria yang tega meninggalkan sang istri dan keluarga untuk selamanya, diduga kuat gara-gara penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.
Kapolsek Kendit Iptu Harsono, mengatakan jika Supandi menderita penyakit tumor liver. Penyakit ganas tersebut tak kunjung sembuh sehingga membuat Supandi merasa putus asa lalu mengakhiri hidupnya dengan cara yang haram.
“Berdasarkan keterangan dari para saksi-saksi penyakit yang dialami supandi sudah cukup lama. supandi juga sering bilang mau bunuh diri. Dugaan sementara Supandi bunuh diri gara-gara penyakit yang diderita tidak sembuh-sembuh,” ucap Harsono, Senin (7/10/2024).
Kata Kapolsek Harsono, kisah meninggalnya Supandi cukup memukul hati istrinya, Sitiyah. Sebab, sebelum supandi mengakhiri hidupnya sempat berbincang-bincang dengan Sitiyah dan menyuruh Sitiyah untuk membeli anggur ke pasar.
“Supandi meminta istrinya beli buah anggur, begitu istri pulang dari pasar, posisi pintu rumah sudah terkunci. Begitu pintu didobrak, Supandi ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri,” ucap Harsono.
Mayat supandi diturunkan pihak keluarga yang ada di lokasi kejadian tanpa menunggu kedatangan dari anggota Polsek. Begitu Polsek tiba di lokasi, mayat Supandi sudah dimandikan.
“Pihak keluarga tidak berkenan untuk melakukan proses otopsi terhadap Supandi. Pihak keluarga juga sudah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut siapa-siapa atas kematian Supandi,” tegas Harsono.
Dikatakan Harsono, meskipun pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan penyelidikan, polisi tetap mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. “Tali tampar yang dibuat gantung diri sudah diamankan, untuk barang bukti berupa kursi hanya didokumentasikan,” pungkas Harsono. (inu/usy)
