Lompat Dari Tebing Setinggi Delapan Meter, Remaja Putri di Situbondo Diduga Depresi Karena Broken Home

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Remaja putri berusia 16 Tahun di Kabupaten Situbondo melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari tebing kapur setinggi delapan meter, Jumat (18/10/2024) malam.

Untungnya, Korban berinisial SQF warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo itu berhasil selamat karena tersangkut pepohonan di tengah tebing.

Evakuasi dilakukan Personil Tagana Dinsos Situbondo, kemudian dibanntu BPBD dan Personil Polsek Kota dan Sabhara Polres Situbondo.

Proses evakuasi sempat terhambat karena korban tersangkut di tengah tebing dengan kondisi penuh semak belukar dan pohon kaktus.

Untungnya korban berhasil di evakuasi dalam keadaan selamat sekitar pukul 20.00 WIB.

Saksi mata Rizki Nurul Fitriyah (38) mengatakan bahwa korban berasal dari keluarga broken home. Orang tuanya bercerai.

Sejak bulan puasa 2023, korban sering menginap di rumah kostnya dan SQF curhat masalah keluarga.

Selain itu, Fitri panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa korban sempat mengatakan hendak ingin bunuh diri karena tidak kuat dengan kondisi keluarganya.

Hal tersebut disampaikan korban kepada Fitri dua hari sebelum kejadian percobaan bunuh diri.

“Dia (korban) sudah tinggal sama saya sejak bulan puasa tahun 2023, paling pulang ke rumahnya hanya mengambil baju terus balik lagi, dia selalu curhat ke saya kalau tidak dipedulikan oleh kedua orang tuanya sejak sudah berpisah,” ungkap Rizki.

Sementara itu ayah korban, Rais (56) mengatakan bahwa anaknya masih terlihat baik-baik saja bahkan sempat berpamitan akan menghadiri kegiatan Pramuka di salah satu sekolah menengah atas di kabupaten Situbondo.

“Pamitan ke saya mau ada acara Pramuka katanya, padahal saya tidak pernah melarang atau mengekang dia,” jelas Rais.

Ibu korban, Satiyem,  bersaksi, sekitar pukul 14.00 WIB sebelum kejadian korban sempat ke rumahnya untuk mengambil kerudung.

Selain itu Satiyem juga mengatakan bahwa dirinya tidak senang jika korban berteman dengan Dani seorang teman perempuan korban yang berpenampilan seperti laki-laki.

“Tadi jam 2 siang ke rumah ngambil kerudung dan baju, saya tidak ada firasat apapun, kalau saya memang tidak suka sama temannya yang kayak laki-laki, dulunya pernah ditempeleng anak saya bahkan perhiasannya juga disuruh jual sama dia,” ungkap Satiyem.

Korban yang berhasil dievakuasi, kemudian dilarikan ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo menggunakan mobil Sabhara Polres Situbondo agar mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan pemeriksaan medis awal, Korban diduga mengalami depresi, akibat percobaan bunuh diri tersebut korban mengalami lecet di beberapa bagian tubuh dan harus menjalani rawat inap. (inu/usy)