BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo terus memaksimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat.
Lebih dari 39 miliar rupiah DBHCHT dialokasikan khusus untuk membiayai iuran BPJS Kesehatan dalam kerangka Program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas), yang menjadi prioritas utama Bupati Situbondo.
Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, dr. Sandy Hendrayono, menjelaskan bahwa total anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk membayar kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat mencapai Rp61 miliar.
Penggunaan DBHCHT disebutnya sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sosial, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.
“DBHCHT menjadi instrumen penting untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa takut biaya. Program Berantas memastikan tidak ada warga Situbondo yang kehilangan hak kesehatan hanya karena kendala ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya menanggung iuran BPJS, DBHCHT 2025 juga digunakan untuk menopang operasional fasilitas kesehatan.
Meliputi pembelian obat-obatan rumah sakit, alat kesehatan sekali pakai, hingga sejumlah instrumen penunjang operasi.
Menurut dr. Sandy, dukungan itu membuat pelayanan medis berjalan lebih optimal dan memperkuat upaya mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Situbondo.
Dampak program ini dirasakan langsung oleh warga. Salah satunya Moh. Hermawan, warga Kecamatan Arjasa, yang beberapa waktu lalu menjalani perawatan penyakit paru-paru. Ia mengaku sangat terbantu karena dapat memperoleh layanan medis tanpa biaya sepeserpun.
“Cukup menunjukkan KTP, saya langsung dilayani seperti pasien umum. Tidak ada biaya, tidak ada administrasi yang ribet. Sekarang saya sudah sembuh. Program Berantas ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Situbondo,” kata pria 41 tahun itu.
Pemerintah daerah berharap optimalisasi DBHCHT tidak hanya menjaga keterjangkauan layanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas dan percepatan penanganan pasien.
Dengan alokasi yang tepat sasaran, Situbondo menargetkan seluruh warganya dapat merasakan layanan kesehatan yang merata, layak, dan tanpa hambatan biaya. (dra/usy/pro)
