Jalan Puncak Legend Ditarget Dua Lajur, Ada Median dan Bunga

Oleh: Salman Rudy (Humas Pesantren Rahmatan Lil Alamin, Banyuglugur, Situbondo)

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Perintah itu keluar langsung dari Tuan Guru Sayyidi Syekh Moh Sazli Harahap. Singkat, tegas, dan tidak memberi ruang tawar.

Saya masih sangat ingat kalimatnya yang disampaikan saat rapat khusus di Pondok Legend, Minggu 25/05. Terasa terus terngiang-ngiang saja. Begini : “Rudy, saya perintahkan kamu. Jalan di Puncak Legend di-design lebar delapan meter. Sekali buat, bikin yang lebar sekalian. Biar ke depan kita tidak bingung lagi mikir pelebaran,”

Tentu saja, perintah itu mengubah total rancangan awal jalan akses ke Puncak Legend. Saya pun sempat terkejut. Sempat muncul pertanyaan: Apakah bisa? tapi tetap saya lakukan apa yang beliau perintahkan. Karena seperti yang sudah-sudah, kegamangan dan keraguan itu selalu terjawab dengan sendirinya oleh waktu, bahwa tidak ada yang tidak mungkin, meski harus bersabar dalam waktu yang tidak sebentar.

Kini jalan ke puncak Legend yang awalnya hanya jalan biasa menjadi Boulevard. Bukan lagi jalan makadam empat meter seperti rencana sebelumnya. Dengan Boulevard berarti nanti akan ada jalan raya utama yang lebar. Ada dua lajur. Masing-masing lajur empat meter. Di tengah ada pembatas, median. Kiri-kanan dihiasi deretan pepohonan dan bunga-bunga.

Alasan yang disampaikan Tuan Guru Sayyidi Syekh Moh Sazli Harahap kepada saya sangat sederhana. Beliau meminta jalan yang lebar sebenarnya untuk menyiapkan masa depan. Masa di mana kelak, Pesantren Lansia Rahmatan Lil Alamin di Puncak Legend sudah berkembang pesat.

Iya, pondok kami ini memang tidak hanya fokus suluk dan dzikir. Kami juga bergerak di  bisang pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Ada juga wisata alam. Ada tempat rehabilitasi manusia dan alam. Keadaan ini tentu nantinya akan membutuhkan logistik yang besar. Tamu banyak, kendaraan datang silih-berganti. “Kalau jalannya kecil, kita yang repot sendiri,” Begitu arahan Tuan Guru kepada saya. (*)