BUMIAKTUAL, SITUBONDO– Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Situbondo meminta dan mendesak kepada Pabrik Gula (PG) Asembagus agar selama musim giling wajib memperhatikan dan menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Ini sebagaimana diatur dalam pasal 65 (1) UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, agar tidak merugikan masyarakat.
Untuk kepentingan itu, pengurus PC ISNU Situbondo memprakarsai forum dialog dan audiensi bersama Manajemen Pabrik Gula (PG) Asembagus, Kamis 29 Juli 2026. Forum ini jugaa dihadiri perwakilan masyarakat, serta tokoh warga terdampak.
Melalui audiensi ini, kedua pihak sepakat untuk terus membuka ruang komunikasi yang transparan dan evaluasi berkala. Ini demi terciptanya harmonisasi antara keberlangsungan industri gula nasional dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pertemuan berlangsung konstruktif membahas evaluasi dampak lingkungan akibat aktivitas musim giling. Tak hanya itu, acara ini sekaligus juga merumuskan langkah penanganan teknis dan program kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan warga menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan terkait dampak aktifitas produksi, khususnya emisi debu halus (tolato). Termasuk juga luapan air limbah ke saluran pertanian, serta gangguan kenyamanan pemukiman dan tempat ibadah di sekitar pabrik.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PG Asembagus menyampaikan apresiasi atas masukan warga. Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meminimalisasi dampak lingkungan melalui serangkaian tindakan nyata, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Ketua PC ISNU Situbondo Fathol Bari, SH., MH menerangkan, lembaga yang dipimpinnya mendesak dan menuntut PG Asembagus melakukan Langkah Penanganan limbah. Yang pertama adalah penanganan emisi dan abu (fly ash/tolato).
“Kita minta perbaikan sistem pembakaran boiler: melakukan penyetelan ulang (re-setting) pada combustion system boiler agar ampas tebu terbakar sempurna, sehingga partikel karbon tidak lagi meloloskan abu dari alat Electrostatic Precipitator (ESP). Serta sejumlah langkah lainnya,” tegas Fathol.
Dia menegaskan, PC ISNU Situbondo melakukan audiensi dengan baik dan meminta komitmen manajemen PG Asembagus. Kehadiran PC ISNU Kab Situbondo membawa suara warga sekaligus mencari solusi terbaik bersama. “Harapan kami, langkah-langkah konkret ini dapat direalisasikan secara konsisten demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat Asembagus,” ungkapnya. (dra/usy)
