BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Subhanallah!. Naiklah ke Puncak Legend saat Maghrib hampir tiba.
Berdirilah di atas tanah yang kemarin basah oleh keringat para pejuang pondok.
Lalu diamlah. Tataplah ke barat.
Di sana, matahari sedang pulang.
Tapi kepulangannya tidak biasa.
Ia berpamitan kepada Legend dengan cara yang membuat dada bergetar kagum:
Langit dirobek, lalu ditumpahi emas cair.
Jingga, merah saga, dan ungu muda berpelukan menjadi satu.
Awan-awan menggumpal bagai kapas yang disepuh cahaya.
Gunung Pe’gek menunduk. Ia menjelma siluet hitam, seperti sedang sujud.
Laut Selat Madura di kejauhan berubah menjadi lempengan perak yang meleleh.
Pohon-pohon di Legend terdiam. Tak satu pun berani bergoyang, takut mengganggu lukisan Tuhan.
Sungguh, Puncak Legend saat senja tiada cela.
Ia laksana gadis desa yang baru selesai mandi di telaga.
Rambutnya masih basah oleh embun, pipinya memerah malu diterpa cahaya,
matanya teduh. Dan setiap yang memandang, jatuh hati tanpa sepatah kata.
Kau lihat matahari terbenam itu, kawan?
Itu bukan sekadar bulatan api yang tenggelam.
Itu Ismu Dzat yang sedang menulis di langit:
“Wahai bumi Legend, Aku menyaksikan pengorbananmu, akan Kuhadiahkan senja terindah untukmu.”
Indahnya bukan karena warna, kawan.
Indahnya karena di bawah senja itu berdiri Pondok Pesantren Lansia Rehabilitasi Manusia dan Alam Rahmatan lil ‘Alamin,
yang dibangun dengan air mata ketulusan.
Indahnya karena cahaya jingga itu jatuh tepat di atas tanah
yang kemarin ditetesi keringat ikhlas dan kerja ubudiyah para santri.
Maka senja di Legend bukan sekadar pemandangan.
Senja di Legend adalah ijazah.
Tanda bahwa setiap tetes keringat yang tulus,
akan dibayar Allah dengan keindahan yang tak bisa dibeli.
Duhai jiwa yang penat oleh dunia…
Naiklah ke Legend saat senja.
Bawa wudhumu. Bawa tasbihmu.
Duduklah. Dan biarkan hatimu dibasuh oleh warna.
Mungkin di sana, kau akan paham,
mengapa ada para lelaki yang rela remuk,
demi setapak pesantren.
Karena di tanah yang indah ini,
bahkan letih menjadi ibadah.
Bahkan mati pun terasa mulia. (*)
