BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo melakukan perbaikan dan pengecetan pot bunga di Kota Santri.
Tepatnya di sepanjang Jalan PB Sudirman, Karangasem, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo.
Kepala DLH Kabupaten Situbondo, Drs. H. Akhmad Yulianto menjelaskan, pihaknya melakukan perbaikan dan pengecetan pot dan trotoar di sepanjang jalan tersebut pada Bulan Oktober 2023.
“Kegiatan ini untuk mempercantik dan memperindah sarana-prasarana di wilayah Kabupaten Situbondo,” bebernya.
Menurut pria yang akrab disapa Yuli itu, kegiatan tersebut merupakan harapan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, agar perbaikan sarana prasarana di taman-taman kota agar lebih diperhatikan.
Seperti taman Lanceng, taman Asembagus, juga Alun-alun Besuki, dan Alun-alun Situbondo.
“Kita sangat memperhatikan apa yang sudah ditugaskan oleh Bupati melalui DLH, dan kita akan laksanakan sebaik baiknya terkait sarana-prasarana dalam perbaikan taman-taman kota, untuk terus menciptakan lingkungan indah, berseri, dan nyaman,” ujarnya.
Apalagi, lanjut Yuli, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah berhasil meraih penghargaan Adipura katagori Kota Kecil dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, pada tahun 2022.
Sebagai persiapan untuk penilaian Adipura tahun 2023, salah satu upaya DLH Kabupaten Situbondo, yakni melakukan perbaikan dan pengecetan pot-pot bunga dan trotoar di sepanjang jalan PB. Sudirman.
Yulianto mengatakan, untuk kegiatan perbaikan dan pengecetan pot-pot bunga dan trotoar di sepanjang jalan tersebut, DLH Kabupaten Situbondo menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023 dari Pemerintah Pusat melalui Pemkab Situbondo.
“Anggaran DBHCHT kita pergunakan perbaikan dan pengecatan pot-pot bunga kemudian trotoar di sepanjang jalan PB Sudirman,” ungkapnya.
Harapannya, anggaran DBHCHT pada tahun depan bisa dinaikkan lagi mengingat program kegiatan untuk peningkatan sarana prasarana sangat dibutuhkan.
“Target tahun depan juga kami ingin mengoptimalkan TPA terutama sarana prasarana,” sambungnya.
Harapannya, DLH nantinya bisa menambah alat alat berat seperti Bulldozer dan Excavator, sehingga bisa lebih lagi memaksimalkan dalam bekerja menghadapi sampah.
“Jika sampah datang bisa langsung kita ratakan kemudian kita timbun tanah begitu seterusnya, agar lebih cepat dalam memproses sampah menjadi kompos dan tidak mudah terbakar,” tutupnya. (dra/usy/pro)
