BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Memasuki musim kemarau 28 dusun di 8 desa di kabupaten Situbondo dihantui kekurangan air bersih. Ribuan warga yang membutuhkan suplai air bersih dari Pemkab Situbondo.
Delapan desa yang mengalami krisis air bersih, yakni Desa Palangan, Kecamatan Sumbermalang, ada sebanyak lila dusun, Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, sebanyak tiga dusun, dan dua dusun Di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa.
Selain itu, lima dusun yang tersebar di Desa Sumberejo, Sumberanyar dan Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih serta delapan dusun di Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit dan satu dusun di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan.
Untuk menanggulangi hal tersebut Badan Penanggulan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Situbondo, mulai mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto mengatakan, pihaknya sejak kemarin telah memulai mendistribusikan air bersih kepada warga.
“Iya kita sudah mulai mendistribusikan air bersih itu,” ujarnya, Rabu (14/8/2024) saat dihubungi melalui telepon WhatsApp.
Selian itu, Sruwi mengaku jika personil BPBD pada hari pertama telah mendistribusikan air kepada warga di tiga dusun di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.
Ketiga dusun yang disuplay air bersih itu, kata Sruwi, diantaranya Dusun Sekarputih, Curah Temu dan Bendera, Desa Sumbernyar, Kecamatan Banyuputih.
“Untuk hari pertama tiga dusun, sedangkan hari ini Rabu (14/8/2024) kami kembali mendistribusikan ke dua titik yakni di Dusun Belengguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih sebanyak 5000 liter satu titik,” katanya.
Sejauh ini, lanjut Sruwi, belum ada tambahan adanya desa yang membutuhkan bantuan air bersih itu, karena masih menunggu puncak musim kemarau. “Kita masih menunggu, puncak kemarau kan masih di bulan Desember ini,” ucapnya.
Dengan adanya keterbatasan anggaran, sambungnya, pihak telah meminta bantuan anggaran dan telah disanggupi oleh Propinsi Jawa Timur.
“Selain itu kita dibantu PMI dan tahun lalu juga dibantu oleh BRI, Intinya sampai akhir tahun bisa,” kata Sruwi. (inu/usy)
