BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pada momentum hari jadi ke 206, masih banyak kiranya yang belum mengetahui terkait siapa pencetus lambang Kabupaten Situbondo.
Lambang Kabupaten Situbondo tercipta pada tanggal 1968 dibuat oleh seorang pelukis asli kabupaten Situbondo tepatnya warga Dawuhan, Kecamatan kota Situbondo bernama Kuswandi.
Pria kelahiran 05 Maret 1942 ini memang dikenal sebagai pelukis, bahkan Kuswadi sering dipakai oleh Pemda saat itu untuk membuat spanduk.
Dikisahkan oleh Putri Kuswadi, Sri Lambang Kus Aryani, lambang Kabupaten Situbondo diciptakan ayahnya pada tahun 1968 silam berawal ada nya lomba pembuatan lambang daerah digelar oleh Pemda.
“Kebetulan bapak saya mengikut sertakan lima gambar. Karena satu orang hanya boleh mendaftarkan satu gambar, sehingga lima gambar itu ada yang atas nama pak dhe saya, ada nama sahabat bapak saya, ada nama om saya dan saudara saya yang lain,” ujarnya, Jumat, 16 Agustus 2024.
Kepada sejumlah media, Perempuan yang berprofesi sebagai guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Situbondo itu menambahkan bahwa kebetulan dari lima gambar yang diikutsertakan dalam lomba tersebut terpilih menjadi pemenang.
“Yang lebih kebetulan lagi pemenangan yang pertama itu atas nama bapak saya (Kuswadi -red). Kemenangan bapak saya itu ditaruh di nama saya Sri Lambang Kus Aryani, jadi ada ceritanya nama saya itu dari lambang daerah,” imbuhnya.
Menurutnya, lima gambar tersebut masing-masing memiliki filosofi tersendiri bahkan Sejak waktu kecil, Sri Lambang Kus Aryani, dididik oleh ayahnya untuk menghafal logo Kabupaten Situbondo. Gambar dari logo kabupaten Situbondo tersebut kata Sri, diambilkan dari semua potensi yang ada di Kabupaten Situbondo. Seperti gunung karena di Situbondo ini banyak gunungnya.
Selain itu juga terdapat rantai besi yang mempunyai simbol kekuatan dari rakyat Situbondo. Karena di Situbondo ada beberapa budaya, ada budaya Arab, Cina, Jawa dan Madura. Semuanya menjadi kesatuan yang saling mendukung dan itu merupakan kelebihan dari kabupaten kita.
“Terus ada gambar gir itu melambangkan bahwa Situbondo itu daerah yang penuh dengan industri terutama pabrik gula. Dulu waktu pembuatan logo Kabupaten Situbondo ini pabrik gula itu mulai dari Demas, Wringinanom, Panji, Olean, sampai Asembagus itu beroperasi semua. Jadi Situbondo digambarkan sebagai daerah industri yang maju pesat dan mendukung masyarakat untuk mengembangkan perekonomiannya. Padi dan kapas itu melambangkan kesejahteraan masyarakat Situbondo,” tambah Sri Lambang Kus Aryani.
Usai terpilih menjadi pemenang dalam lomba pembuatan logo daerah, sambung Sri Lambang Kus Aryani, bentuk baku logo Kabupaten Situbondo kemudian dibordir di Solo pada tahun 1969. “Pada waktu itu bapak saya diajak oleh orang Pemda untuk mencetak bentuk baku logo Kabupaten di Solo. Dan di situ bapak sendiri yang memilih bahan-bahannya,” tegasnya.
Usai Kuswadi meninggal dunia, kata Lambang Kus Aryani, pihak keluarga menitipkan semua arsip yang berkaitan dengan logo Kabupaten Situbondo di Kantor Departemen Penerangan (sekarang Dinas Kominfo Situbondo).
“Semua itu saya suruh taruh di sana, karena bapak saya kan pegawai Departemen Penerangan. Takutnya itu kalau disimpan di rumah takut rusak atau apa. Ternyata ada peristiwa banjir besar yang sampai menenggelamkan Kantor Departemen Penerangan sampai akhirnya arsip-arsip itu tidak bisa diselamatkan lagi,” terangnya.
Di momen Harjakasi ke 206 ini, lanjut Lambang Kus Aryani, pihak keluarga Kuswadi berharap kepada Pemkab Situbondo untuk merawat logo Kabupaten Situbondo dengan baik.
“Terutama dalam perubahan warna. Jadi jangan sampai merubah warna itu keluar dari pakem yang dibuat oleh bapak saya. Sehingga logo ini menjadi sebuah artefak yang penting yang perlu dijaga oleh masyarakat Situbondo, bahwa ini juga menjadi identitas dari masyarakat Situbondo. Waktu saya kecil sampai sekarang itu yang saya ingat tidak ada warna ungu dan merah menyala juga tidak ada. Adanya warna merah batu bata bentuk dari pembangunan. Jadi Situbondo tidak berhenti untuk membangun,” pungkasnya. (inu/usy)








