Dihantam Ombak Besar di Perairan Sepudi, Dua Nelayan Situbondo Selamat

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Perahu nelayan tenggelam di Perairan Sepudi – Madura, Senin 10 Februari 2025 sekitar Pukul 07.00 WIB. Tiga nelayan yang menjadi korban adalah Pak Amsa (50) dan Pak Hamim (64), keduanya warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih serta Pak Nur Salim (63) warga Ledokombo, Jember.

Beruntung tiga nelayan tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. “Penyebab kecelakaan karena ombak besar/tinggi sehingga perahu kemasukan air dari bagian belakang lalu tenggelam,” terang pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono.

Disebutkan, pada hari Minggu tanggal 09 Februari 2025 sekira pukul 15.00 WIB, Pak Amsa, Pak Hamim dan Pak Nur Salim berangkat dari perairan Mimbo menggunakan perahu Jaring jenis Fiber bernama “DAENG” menuju lokasi mencari ikan di Perairan Sapudi – Madura. Biasanya hari Senin tanggal 10 Februari 2025 sekira pukul 07.00 WIB sudah kembali atau pulang. Namun, hingga siang hari belum juga pulang.

Selanjutnya sekira Pukul 13.00 WIB, karena merasa khawatir Bapak Amir Hariyanto bersama empat rekannya berinsiatif mencari korban dengan menggunakan perahu Fiber Jaringan bernam “KARUNIA” ke Perairan Sapudi dekat pengeboran minyak untuk menolong dan mencari korban.

“Pukul 20.00 WIB Perahu Slerek  bernama “BERKAT” milik nelayan setempat berangkat juga menuju perairan Sapudi – Madura untuk membantu pencarian korban,” imbuh Puriyono.

Perahu nelayan tenggelam di Perairan Sepudi – Madura, Senin 10 Februari 2025 sekitar Pukul 07.00 WIB. Tiga nelayan yang menjadi korban adalah Pak Amsa (50) dan Pak Hamim (64), keduanya warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih serta Pak Nur Salim (63) warga Ledokombo, Jember.

Kemudian, pukul 20.32 WIB, Pak Amir Hariyanto mengirim pesan suara WhatsApp ke istrinya bahwa telah menyelamatkan satu orang nelayan yang dilaporkan hilang atas nama Hamim.

“Menurut keterangan Pak Hamim, saat itu ombak besar/tinggi tiba-tiba perahu bagian belakang di hantam ombak dan perahu kemasukan air lalu tenggelam. Pak Hamim berhasil berpegangan pada Perahu hingga dibawa arus ke arah barat,” jelas Puriyono.

Sementara rekannya bernama Pak Nur Salim berpegangan pada Timba kecil dan Pak Amsa berpegangan pada Styrofoam untuk menyelamatkan diri. Karena ombak besar/ tinggi Pak Hamim terpisah dengan duq rekannya.

Selanjutnya pukul 03.15 WIB perahu nelayan lain yang melakukan pencarian berhasil pulang dengan membawa Pak Nur Salim dan Pak Amsa. Mereka tiba di Pesisir Mimbo dengan kondisi hidup. (usy)