Banyak Jalan Menuju Ke Roma, Hanya Ada Satu Gerbang Ke Arsy

Oleh : Salman Rudy

BUMIAKTUAL.COM, SITUBONDO -“Dunia mungkin menyediakan seribu jalan menuju Roma, namun langit hanya membuka satu gerbang menuju rida Allah Swt., yaitu melalui pintu Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Simak munajat mendalam dari Tuan Guru Sayyidi Syekh Moh. Sazli Harahap tentang pentingnya menghidupkan frekuensi sholawat dan menapaki jejak sunah Rasulullah di akhir zaman.”

Suara beliau lembut, tapi mengguncang langit-langit majelis:

“Wahai saudara-saudaraku…
Banyak jalan menuju Roma.
Tapi demi Allah, menuju Allah… hanya ada satu jalan.”
Jalan itu bernama Muhammad ﷺ.

PINTU YANG TIDAK PERNAH TERTUTUP

Beliau mengulang-ulang kalimat itu, bagai air yang menetes melubangi batu.
“Rindu ingin dekat dengan Allah?
Maka berjalanlah di atas jejak kaki Rasulullah.
Tanpa Beliau, kita hanya akan berputar di halaman.”

Ini bukan sekadar nasihat.
Ini titah langit.

Lihatlah syahadat kita:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Nama Allah dan nama Muhammad digandeng dalam satu nafas.
Tidak boleh tercerai.
Sebagaimana cahaya tidak bisa dipisah dari matahari,
sebagaimana cinta tidak bisa dipisah dari bukti.

Tauhid kepada Allah,
Ittiba’ kepada Rasulullah.
Ibarat dua sisi mata uang yang sama.
Kita buang gambar salah satu sisinya, maka uang itu tidak laku.

DALIL YANG MENJAWAB SEGALA DALIH

Allah sendiri yang bersabda:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Katakan wahai Muhammad: Jika kalian cinta kepada-Ku,
maka ikutilah dia (Muhammad).
Maka Aku akan mencintai kalian.”
(QS. Ali Imran: 31)

Perhatikan.
Allah tidak bilang “Berteriaklah nama-Ku”.
Allah bilang “ikutilah kekasih-Ku”.
Karena cinta tanpa ittiba’ (mengikuti jejak Rasulullah) adalah dusta.

Allah juga berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Apa yang dibawa Rasul, ambil.
Apa yang dilarang Rasul, tinggalkan.”
(QS. Al-Hasyr: 7)

Agama ini paket lengkap.
Mau ke Allah?
Masuklah lewat pintu yang Allah sendiri yang membuka:
Pintu Muhammad ﷺ.

KUNCI SURGA DIGENGGAM NABI

Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى
“Semua umatku akan masuk surga, kecuali yang menolak.”
“Siapa yang menolak, wahai Rasul?”
“Siapa yang taat kepadaku, ia masuk surga.
Siapa yang durhaka kepadaku, dialah yang menolak.” (HR. Bukhari)

Imam Malik pun mengingatkan dari Madinah:
لَن يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا
“Umat akhir zaman tidak akan baik,
kecuali dengan cara yang membuat baik umat pertama.
Dan umat pertama baik, karena mereka bersama Nabi.”

SAAT ALLAH MENJADI TELINGA DAN MATAMU

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi:
“Hamba-Ku terus mendekat dengan sunnah,
hingga Aku mencintainya.
Jika Aku cinta, maka Akulah telinganya yang mendengar,
Akulah matanya yang melihat,
Akulah tangannya yang bekerja,
Akulah kakinya yang melangkah.” (HR. Bukhari)

Itulah buah dari ittiba’ (mengikuti langkah Nabi).
Seluruh tubuh kita diridhai.
Seluruh langkah kita dijaga.
Karena kita berjalan di atas jalan yang Allah Ridhai.

DOA YANG TERKATUNG TANPA SHOLAWAT

Dan pesan yang paling membuat majelis terisak:
“Doa kita… ia terkatung-katung di antara langit dan bumi.
Ia tidak naik tidak sampai kepada Allah, sampai kita bersholawat kepada Nabinya.”

Sayyidina Umar bin Khattab meriwayatkannya.
Imam Ghazali menjelaskannya dalam Ihya.
Ibarat menghadap Raja,
kita tidak bisa menerobos.
Kita harus lewat perkenalan.
Dan “ajudan” yang paling dicintai Raja Semesta Alam,
adalah Muhammad ﷺ.

CARI GELOMBANGNYA

Maka di akhir majelis, Tuan Guru berbisik kepada kita semua:
“Carilah gelombang Nabi.
Carilah frekuensi sunnah.
Sambungkan hati kita kepada Beliau.
Maka doa kita akan diangkat.
Hati kita akan dilembutkan.
Dan kita akan sampai… kepada Allah.”

KARENA INGATLAH ! :
Dunia boleh punya seribu jalan menuju Roma.
Tapi langit hanya membuka satu gerbang menuju Ridha-Nya.
Dan gerbang itu harum.
Gerbang itu bercahaya.
Gerbang itu bernama: MUHAMMAD RASULULLAH ﷺ 🤲🏻 (*)