BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Tenaga kesehatan (Nakes) memiliki resiko penularan Covid 19 tinggi. Meski telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) masih banyak Nakes yang tertular virus mematikan itu.
Tenaga medis yang langsung merawat pasien terkonfirmasi covid 19 ibarat berada di medan perang. Kalimat itu dismapaikan langsung oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Situbondo, Agung Setiyanto. Menurutnya, resiko penularan virus mematikan itu merupakan hal yang perlu dipersiapkan sejak awal. “Kita sudah siap apa yang terjadi. Tapi tetap harus menggunakan APD lengkap sesuai SOP,” jelasnya, Jumat (13/11/2020).
Ia mengaku, perlengkapan APD di Rumah Sakit rujukan Covid 19 telah memadai. Artinya, semua kebutuhan pakaian hamzat, masker, sarung tangan tercukupi. Sama dengan di setiap puskesmas. “Alhamdulillah sudah tercukupi kalau APD,” beber pria yang akrab disapa Agung itu.
Dirinya mengaku ada beberapa yang membuat penularan virus korona ini semakin mengganas. Yaitu, jika kondisi tubuh Nakes sedang melemah, dikarenakan pekerjaan yang memerkukan stamina dan pemikiran ekstra. “Juga diliat dari riwayat penyakit yang kita miliki itu mempengaruhi semuanya,” ucap Agung.
Dirinya mencatat, ada sekitar 20 orang perawat di Situbondo yang terkonfirmasi Covid 19. Kasus kematian baru terjadi pada relawan berinisial YDP. “Jika dibadingkan kabupaten lain, lebih tinggi tenaga medis yang meninggal dunia. Tapi kita tetap akan menimalisir adanya kematian oleh Covid 19 ini,” harapnya. (dra/usy)








