BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Ribuan petani di Situbondo telah masuk ke daftar e-RDKK. Nantinya mereka akan mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Tapi, pupuk yang disediakan dipangkas oleh pemerintah pusat. Akibatnya, pupuk subsidi bisa habis pada bulan Juli mendatang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Situbondo, Sentot Sugiono menjelaskan, awalnya ada 65.716 petani yang terdaftar. Tapi, setelah ada penambahan, jumlahnya bertambah tiga ribu. “Saat ini totalnya ada 68.883 petani,” jelasnya, Selasa (19/01/2021).
Data yang diterima bumiaktual.com, Situbondo mendapatkan jumlah pupuk urea sebanyak 19.836 ton, 1,492 ton pupuk SP- 36,8.257 ton pupuk ZA, 11.324 ton pupuk NPK, 257 ton pupuk organik granul, 491 liter organik cair.
Pria yang akrab disapa Sentot menjelaskan, ada pengurangan jumlah pengiriman pupuk selain urea. Artinya, pupuk SP 36, Za, NPK, hanya diberi separo dari pengajuan. “Diperkirakan bulan tujuh pupuk tersebut telah habis,” bebernya.
Tak hanya itu, kuota pupuk petani juga dibatasi. Setiap satu hektar lahan petani mendapat jatah 125 kilogram pupuk. Padahal, sebelumnya, 225 kilogram. “Ada penurunan kuota. Ini memang acuan dari pusat,” jelasnya.
Agar pupuk subsidi bisa bertahan hingga akhir tahun, pemerintah daerah akan menerapkan strategi penjualan tertutup. Artinya, hanya petani yang terdaftar di e-RDKK yang bisa membelinya. Ia juga akan menerapkan sistem tebus beragam. Di sana petani wajib membeli pupuk subsidi secara beragam. Tujuannya, agar memang sesuai dengan penerima dan kuota yang tersedia di kios. “Pembeliannya harus seimbang,” tutupnya. (dra/usy)








