BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Situbondo mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (01/02/2021). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo meminta kepada sekolah untuk tidak memaksa murid datang ke kelas untuk sekolah.
Kepala Dispendikbud Situbondo, Junaidi menjelaskan, PTM wajib mendapatkan restu dari komite dan pihak sekolah masing-masing. Serta, wajib meminta restu kepada wali murid atau orang tua. “Jika dibolehkan silahkan ke sekolah dengan jadwal yang telah disediakan. Jika tidak boleh, jangan dipaksa,” jelas Junaidi saat melakukan pengecekan di sejumlah sekolah SD dan SMP.
Kata dia, jika ada murid yang tidak mendapatkan ijin ke sekolah karena kondisi pandemi covid 19. Maka setiap sekolah tetap memberikan pembelajaran melalui virtual atau daring. “Maka pembelajaran menggunakan virtual, seperti sebelum melakukan TMP,” beber Junaidi.
Junaidi menambahkan, setiap sekolah yang memberlakukan PTM sudah wajib akan menerapkan protokol kesehatan. Seperti jumlah murid di dalam kelas maksimal 50 persen. Serta, jam pelajaran paling banyak tiga jam. “Semua siswa wajib pakai masker dan tempat duduk telah diatur dengan jarak lebih dari 1,5 meter,” sambungnya.
Selain itu, setiap sekolah wajib melengkapi sarana tempat cuci tangan di depan kelas. Seperti sabun dan air mengalir. Serta alat pengatur suhu tubuh. “Setiap sekolah juga wajib melakukan upload data ke pusat. Dan akan di survey oleh tim dinas pendidikan Situbondo,” tutup Junaidi. (dra/usy)








