BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Komisi IV DPRD Situbondo melakukan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bersama satgas covid 19 bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo. Hasilnya, tidak ada siswa terkonfirmasi covid 19 sejak PTM dimulai kali pertama. Wali murid juga bahagia jika anak didiknya kembali belajar di sekolah. Meski sebelumnya, ada laporan guru terkonfirmasi covid 19.
Sekretaris Komisi IV DPRD Situbondo, Tolak Atin menjelaskan, sekitar 70 persen wali murid bahagia dengan dibukanya sistem pembelajaran di sekolah. Sehingga, siswa siswi kembali bersekolah dengan protokol kesehatan yang ketat. “Pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak telah diatur oleh pihak sekolah,” katanya, Selasa (16/02/2021).
Politisi PKB itu menambahkan, selama PTM dua pekan dilakukan, murid juga sekaligus diberi edukasi terkait protokol kesehatan. Harapannya, peran orang tua untuk selalu menerapkan protokol di lingkungan keluarga. “Selama sekolah mereka terbiasa menerapkan protokol kesehatan,” bebernya.
Sementara itu, data Dispendikbud Situbondo, tidak ada siswa yang terkonfirmasi covid 19 selama PKM dimulai. Begitu juga dengan guru atau tenaga pengajar. “Kalau sebelum PKM dimulai, memang ada laporan,” jelas Kepala Dispendikbud Situbondo, Ahmad Junaidi.
Kata dia, guru yang terpapar covid 19 itu diduga kuat berasal dari luar lingkungan sekolah. Sebab, saat itu sekolah masih menerapkan daring. “Sekolah telah disemprot dengan disinfektan. Saat dibuka aktivitas belajar juga yang bersangkutan tidak masuk sampai sembuh total,” bebernya.
Kata dia, sekolah wajib melakukan pembelajaran daring jika ada ancaman kesehatan di lingkungan sekolah. Artinya, jika ada guru atau warga lingkungan sekolah mengarah ke penyakit covid maka sekolah harus melakukan tindakan. “Semua kebijakan pembelajaran kita serahkan ke kepala sekolah,” tutup Junaidi. (dra/usy)








