Refleksi Era Keemasan dan Simbol Kembalinya Kejayaan Kabupaten Situbondo, Peringatan Harjakasi ke 206

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Hari jadi kabupaten Situbondo tidak terlepas dari Bupati pertama Besuki Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Prawiro Hadiningrat.

Pada tahun 1818, KRT Prawiro Hadiningrat menginisiasi pembangunan DAM Swiss sebagai bendungan irigasi, yang nantinya akan membawa keresidenan Besuki saat itu menjadi sentra industri gula di Pulau Jawa.

Situbondo dulunya tertulis dengan nama Situbanda yang berasal dari kata Siti berarti tanah dan Bondo berarti diikat sehingga Situbondo diartikan tanah yang diikat, hal ini karena dulunya banyak ditemui Bendeng atau tanggul, sehingga para pekerja DAM Swiss yang mayoritas orang Jawa menyebutnya Situbanda, kemudian lebih dikenal dengan nama Patokan.

Pembangunan DAM Swiss oleh KRT Prawiro Hadiningrat tahun 1818 dan difungsikan pada tahun 1930an ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat, sebab sebelumnya kondisi Situbondo yang merupakan tanda Tegal yang kering kemudian berubah menjadi lumbung padi penting bagi masyarakat.

Sedangkan Keresidenan Besuki sendiri merupakan cetra industri Gula dengan terbukti dengan berdiri 11 pabrik gula namun hingga saat ini hanya beberapa yang masih berfungsi.

Hingga kemudian banyak pendatang dari berbagai suku datang dan menetap di keresidenan Besuki.

Dilantik pada tanggal 15 Agustus 1818, pada kepimpinan KRT Prawiro Hadiningrat ini jugalah dilakukan penataan elemen birokrasi dengan dibentuknya elemen birokrasi seperti Adipati, jaksa, sopir, Demang dan Kepabeanan.

KRT Prawiro Hadiningrat merupakan pemimpin yang visioner dan juga pemimpin yang peduli dengan pendidikan yang terbukti berdirinya sekolah modern di keresidenan Besuki yang saat itu menjadi sekolah ke 8 yang ada di pulau Jawa.

Berdasarkan hal tersebutlah akhirnya 15 Agustus dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) yang kemudian menjadi Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2013 tentang Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi).

Tepat hari ini, 15 Agustus 2024 kabupaten Situbondo berusia 206 tahun, perjalanan panjang dalam memajukan dan mengembangkan kabupaten Situbondo.

Bupati kabupaten Situbondo, Karna Suswandi mengatakan apa yang kita lihat hari ini tidak bisa dipisahkan dari perjuangan para pemimpin, tokoh dan pahlawan kabupaten Situbondo di masa lalu.

“Termasuk kepada bupati dan wakil bupati sebelumnya yang telah berjasa terhadap pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Situbondo,” kata Bupati Karna usai upacara peringatan Harjakasi ke 206 di Alun-alun Situbondo.

Dalam peringatan Harjakasi ke 206 semua hadirin baik forum komunikasi pimpinan daerah dan kepala OPD mengenakan dan legislatif mengenakan pakaian Rasok Aghung sebagai pakaian khas kabupaten Situbondo dalam acara kedinasan.

Peringatan Harjakasi ke-206 yang mengusung tema “Situbondo Berjaya Berkelanjutan” diharapkan bisa menjadi momentum evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dan disumbangkan untuk Kabupaten Situbondo dan juga sebagai simbol pendorong terciptanya peradaban yang lebih maju.

“Mari kita semua semangat terus mewujudkan masyarakat Situbondo yang lebih berakhlak, sejahtera, adil dan berdaya berkelanjutan,” ucapnya.

Tak hanya itu yang disampaikan Bupati Karna, namun dia juga menyampaikan, apresiasinya kepada para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, termasuk kepada teman-teman wartawan yang telah membantu dan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian pembangunan di Kabupaten Situbondo.

“Situbondo telah mengalami kemajuan cukup signifikan mulai dari aspek fisik maupun sosial budaya, ekonomi dan lingkungan. Selain itu Berbagai macam penghargaan alhamdulillah berhasil kita raih, baik tingkat nasional maupun provinsi,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Bupati Situbondo, angka kemiskinan pada tahun 2023 sebesar 11,90 persen, turun pada 2024 menjadi 11,51 persen. Ini sesuai rilis Badan Pusat Statistik Situbondo.

“Ini ditandai dengan capaian kinerja Pemkab Situbondo yang semakin baik. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia atau IPM mengalami kenaikan tahun 2022 sebesar 69,76 persen di tahun 2023 naik kembali menjadi 70,65 persen,” tutur Bupati Karna.

Oleh karena itu, Karna Suswandi mengajak semua masyarakat untuk turut serta dalam memajukan dan mengembangkan kabupaten Situbondo sehingga dapat mengembalikan kejayaan kabupaten Situbondo seperti di masa lampau. (inu/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *